Jogja

Nikmatnya Gudeg Jantung Pisang Khas Jogja, Dinamakan sebagai Gudeg Koroner, Kenapa?

Yudi Permana | 7 Juli 2025, 08:05 WIB
Nikmatnya Gudeg Jantung Pisang Khas Jogja, Dinamakan sebagai Gudeg Koroner, Kenapa?

Akurat.co, Jogja-Inovasi terus dilakukan pengusaha kuliner gudeg di Yogyakarta.

Jika sebelumnya masyarakat hanya mengenal gudeg dari bahan nangka atau gori, lalu ada gudeg manggar, kini adalagi gudeg yang terbuat dari jantung pisang.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menamakan gudeg tersebut dengan gudeg koroner saat mengenalkan gudeg varian baru ini di kegiatan Festival Kuliner Gula Kelapa Gudeg Sejuta Rasa, Sabtu (5/7/2025).

Dalam kegiatan ini sekaligus menjadi pemecahan rekor MURI sajian gudeg terbanyak, sebanyak 5.007 porsi.

Hasto mengatakan, gudeg dengan berbagai macam-macam rasa dan berbagai macam olahan yang bisa dipertanggungjawabkan nilai gizinya.

Baca Juga: Kenny G Ulang Kesuksesan 11 Tahun Lalu di Prambanan Jazz Edisi Perdana, Sapa Penonton dengan Matur Nuwun Jogja

Hasto memberikan nama masakan itu dengan gudeg koroner. Hasto menyampaikan jika dimasak dengan benar gudeg berserat tidak menaikkan gula darah dan kolesterol.

“Gudeg dari jantung pisang yang penuh dengan serat, miskin kolesterol. Tadi diberi nama gudeg koroner. Koroner adalah pembuluh darah jantung yang sering tersumbat gara-gara terlalu banyak kolesterol.

Oleh karena itu dengan gudeg koroner, Insya Allah kita bisa makan gudeg tapi sehat dan selamat,” tuturnya dikutip dari jogjakota.go.id

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko mengatakan, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta juga bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM menciptakan varian gudeg dengan material yang lebih sehat, lebih higienis.

Baca Juga: JKT48 Perdengarkan Lagu Baru di Prambanan Jazz 2025, Bikin Wota Histeris

Bahan utama yang digunakan adalah jantung pisang dan menu pendamping seperti tempe krecek, telur dan areh.

“Harapannya nama Gudeg semakin melegenda di mata dan telinga wisatawan baik mancanegara maupun nusantara,” ujarnya.

Sementara itu kegiatan festival mendapat apresiasi positif dari warga. Salah satunya Aditya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat diagendakan rutin.

"Ini juga untuk mempromosikan masakan asli budaya Yogya. Tidak ada duanya dimanapun, baik itu di negara mana pun.

Gudeg adalah salah satu simbol makanan tradisional asli Yogyakarta yang istimewa,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.