Jogja

Nostalgia Tempo Dulu di Pasar Kangen Taman Budaya Yogyakarta 2025, Ada Kuliner Jadul, Barang Antik, dan Kerajinan Unik

Yayat Rismunadi | 19 September 2025, 17:30 WIB
Nostalgia Tempo Dulu di Pasar Kangen Taman Budaya Yogyakarta 2025, Ada Kuliner Jadul, Barang Antik, dan Kerajinan Unik

Akurat.co, Jogja - Event Gelaran Seni Pasar Kangen Yogyakarta 2025 yang sudah berlangsung sejak tanggal 18 September di Taman Budaya Yogyakarta menarik perhatian warga Jogja dan wisatawan.

Pasar Kangen Taman Budaya Yogyakarta 2025 ini memulai kembali perjalanan panjang berlangsungnya ruang budaya sebagai wadah pertemuan masyarakat dengan tradisi, kuliner, dan beragam kerajinan khas daerah.

Baca juga: Kuliner Sate Legendaris di Jogja, Ada Sate Klathak Pak Pong yang Tersohor

Gelaran Seni Pasar Kangen TBY 2025 ini akan berlangsung dari tanggal 18 - 24 September 2025, dengan mengusung tema “Nandur apa sing dipangan, mangan apa sing ditandur”.

Tema yang diusung mempunyai makna filosofis yang cukup dalam, yang bertujuan mengingatkan untuk hidup selaras dengan alam, menanam apa yang dibutuhkan, dan dapat menikmati hasil dari apa yang telah ditaman dengan penuh kesadaran.

Baca juga: Bakwan Kawi Pak Jenjet, Rasanya Mantab, Lengkap dengan Bakso Urat dan Tetelan

Event yang berlangung di TBY ini dimulai dengan sangat meriah, bahkan terdapat 152 penjual kuliner dan 66 penjual kerajinan dan barang-barang antik di Pasar Kangen.

Selain itu, acara ini menjadi salah satu cara untuk bernostalgia dan menjadi sarana edukasi untuk melestarikan dan regenerasi nilai kearifan budaya lokal.

Baca juga: Gudeg Sagan, Tempat Kulineran Pecinta Gudeg di Jogja

Pengunjung akan dimanjakan dengan aneka kuliner tradisional lokal yang bikin kangen, tidak kalah menarik, juga ada barang-barang antik dengan nuansa tempo dulu yang khas.

Selain adanya kuliner dan barang-barang antik yang menarik, terdapat juga pertunjukan seni dan tradisi rakyat, seperti wayang kulit, yang terdiri dari 19 group.

Kemudian ada juga Ruang Pojok Kreatif dengan beragam program workshop seperti ruang pameran, dan ruang kolaborasi antara masyarakat dengan para seniman, kreator, dan komunitas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.