Mengenal Budidaya Lele Gacor, Inovasi DIY Meningkatkan Produktivitas Ikan Lele

Akurat.co,Jogja-Salah satu inovasi yang dilakukan pemerintah daerah (pemda) DIY adalah budidaya Lele Gacor.
Inovasi mengantarkan Pemda DIY meraih predikat Terbaik Ketiga kategori Pemerintah Daerah Provinsi pada Indonesia’s SDGs Action Awards (SAA) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas.
Dalam penghargaan tahunan tersebut, DIY menempati posisi ketiga setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Prestasi ini menjadi pengakuan nasional atas keseriusan Pemda DIY dalam mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui kebijakan dan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Apa itu budidaya Lele Gacor?
Lele Gacor merupakan singkatan dari Lele Generasi Air Kocor.
Dikutip dari laman resmi Pemda DIY, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) DIY, Danang Setiadi, menjelaskan inovasi Lele Gacor merupakan contoh implementasi SDGs yang aplikatif, berdampak, dan dapat direplikasi oleh masyarakat luas.
Danang menjelaskan metode Lele Gacor memanfaatkan aliran air yang mengucur terus-menerus sehingga menciptakan lingkungan sesuai habitat ikan lele yang menyukai air mengalir.
Kondisi ini membuat air lebih jernih, bebas polusi, dan menurunkan risiko penyakit pada ikan. Dampaknya, produktivitas lele meningkat hingga 300 persen dibandingkan metode konvensional.
Menurutnya, peningkatan produktivitas tersebut secara langsung membantu mendongkrak pendapatan petani ikan di DIY.
Selain itu, kualitas lele yang dihasilkan lebih baik dan memenuhi standar gizi sehingga sangat potensial mendukung program strategis nasional, khususnya di sektor pangan dan gizi.
Baca Juga: Peneliti UGM Kenalkan Beras Presokazi, Rasa Pulen dengan Kandungan Zat Besi dan Seng Penuh Gizi
Inovasi ini juga telah ditawarkan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjadi salah satu pemasok protein dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Harapannya, produksi Lele Gacor dapat memperkuat pemenuhan gizi dalam program MBG. DIY memiliki banyak inovasi, dan ke depan akan terus kita sesuaikan dengan tema Indonesia’s SAA berikutnya,” tambah Danang.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemenang SAA 2025.
Prestasi tersebut, menurutnya, menjadi energi positif untuk memperluas manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan akselerasi pencapaian SDGs.
“Tularkan kemenangan dan semangat ini kepada masyarakat, karena capaian hari ini akan tercatat hingga Kantor Pusat United Nations di New York,” ujarnya.
Menurutnya, pencapaian ini sekaligus mendorong DIY untuk terus meningkatkan kontribusi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan yang digulirkan pemerintah pusat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Keren, Rasio Ketersediaan Darah PMI Kota Jogja Tertinggi se-Indonesia
- 2Tiket Online PSIM vs Persija Dijual Hari Ini, Simak Baik-baik Jam Penjualannya
- 3Sukses Jual 1.000 Unit V23, iCAR Hadir di Sleman Yogyakarta
- 4Penumpang KA Jarak Jauh Daop 6 Yogyakarta Tembus 10,5 Juta
- 5Antisipasi Banjir Sleman, Pemkab Petakan 3 Wilayah Fokus Mitigasi
- 6SHFC 2026 Digelar di JCM, Sleman Angkat Halal Fashion dan Kriya Lokal
- 7MUNAS VII APTIKOM 2026: UAJY Desak Kampus IT Jadi Pusat Dampak di Era AI
- 8Seri IM4AC 2026 Mandalika, M Badly Incar Podium Beruntun di Rumah
- 9Batas Kelurahan Sleman Tuntas 100%, Sejarah Baru Bagi DIY?
- 10Pelajar Kota Jogja Beradu Kreativitas dan Imajinasi melalui Mural





