Jogja

Ketika Anak SD di Yogyakarta Dilatih Tanggap Bencana

M. Mubin Wibawa | 13 Januari 2026, 07:04 WIB
Ketika Anak SD di Yogyakarta Dilatih Tanggap Bencana

Akurat.co,Jogja-Yogyakarta merupakan salah satu wilayah rentan bencana. Gempa bumi, erupsi gunung, sudah dialami.

Untuk memberikan kesadaran mitigasi bencana sejak usia dini, anak-anak sekolah dasar negeri di Yogyakarta pun dilatih untuk tanggap terhadap bencana.

Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan seluruh SD negeri menjadi sasaran program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Baca Juga: Menkes Budi Sebut, Butuh Anggaran Rp 500 Miliar untuk Recovery Alkes dan Faskes Terdampak Bencana Banjir Aceh dan Sumatera

Setiap tahun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mengadakan pelatihan SPAB ke sejumlah SD Negeri untuk kesiapsiagaan guna mewujudkan sekolah aman, tangguh dan siap menghadapi potensi bencana.

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Data Informasi Komunikasi Kebencanaan BPBD Kota Yogyakarta, Iswari Mahendrarko, menegaskan sesuai kewenangan Pemkot Yogyakarta untuk SPAB adalah tingkat SD dan SMP.

Untuk tingkat SMP program SPAB sudah dilaksanakan di semua SMP Negeri di Kota Yogyakarta yaitu 16 sekolah secara bertahap.

Sedangkan pada tingkat SD Negeri sampai tahun 2026 program SPAB total sudah menyasar 21 SD Negeri dari sekitar 87 SD Negeri di Kota Yogyakarta. Ditargetkan semua SD Negeri bisa menjadi SPAB.

"Untuk tingkat SMP Negeri sudah selesai tahun lalu di 16 sekolah. Iya, target semua (SD Negeri) kita," kata Iswari saat simulasi bencana SPAB di SD Negeri Gedongkuning, belum lama ini.

Iswari menjelaskan, anak-anak dilatih simulasi. Paling tidak selama setahun sekali.

Pihaknya menegaskan program SPAB penting untuk kesiapsiagaan seluruh warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana.

Dia menyatakan berdasarkan kajian risiko bencana, Kota Yogyakarta memiliko risiko bencana sekunder.

Baca Juga: Jelang Akhir Tahun, Waspada Jogja Siaga Darurat Bencana

Bukan bencana primer misalnya erupsi Gunung Merapi di Sleman, tapi dampaknya bisa ke Yogyakarta atau gempa dan tsunami dengan pusat di Bantul dampaknya bisa sampai ke Kota Yogyakarta.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Yogyakarta, Darmanto mengatakan peserta pelatihan SPAB mendapatkan sertifikat dan mulai 2026, sekolah sasaran pelatihan SPAB akan mendapat piagam SPAB.

Menurutnya sekolah yang sudah mendapat sasaran program SPAB lebih paham terhadap kesiapsiagaan.

Terbukti sekolah mampu melaksanakan simulasi bencana secara mandiri dan memilliki rambu-rambu kebencanaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.