Jogja

Termasuk Kawasan Kumuh dan Sering Banjir, Komisi C DPRD DIY Tinjau Terban dan Kedungdowo Kulon Progo

Yudi Permana | 14 Januari 2026, 17:15 WIB
Termasuk Kawasan Kumuh dan Sering Banjir, Komisi C DPRD DIY Tinjau Terban dan Kedungdowo Kulon Progo

Akurat.co, Jogja - Warga Terban dan Kedungdowo Wates Kulon Progo mengeluhkan sering banjir. Di satu sisi lokasi tersebut, juga termasuk kawasan permukiman kumuh.

Menanggapi hal tersebut, Komisi C DPRD DIY langsung mengunjungi lokasi bersama beberapa perwakilan dari Pemda DIY.

Dalam peninjauan lapangan Komisi C menemukan fakta, kawasan Terbah kerap dilanda banjir akibat sistem drainase yang tidak lagi mampu menampung debit air, terutama dari saluran irigasi.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada permukiman warga, fasilitas pendidikan, serta area perkantoran di sekitarnya.

Baca Juga: UAJY Tancap Gas Langsung Buka Angkatan Kedua Fakultas Kedokteran

Menurut Wakil Ketua Komisi C Lilik Syaiful Ahmad, persoalan ini memerlukan penanganan lintas sektor dan dukungan kebijakan jangka menengah.

“Wilayah Terbah ini sering mengalami banjir karena drainase yang tidak memadai. Saat ini memang belum masuk dalam RPJMD DIY, namun akan kami dorong agar penanganannya bisa diusulkan dan menjadi perhatian pemerintah daerah,” ujarnya, Rabu (14/01/2026).

Padahal, Kelurahan Wates termasuk dalam satuan ruang strategis Kota Wates sebagaimana diatur dalam Perdais Nomor 2 Tahun 2017, sehingga memungkinkan penggunaan berbagai skema pendanaan.

“Penanganannya bisa melalui BKK, Dana Keistimewaan, APBD Kabupaten, hingga dukungan Pemerintah DIY. Ini menjadi catatan penting bagi Komisi C,” tambahnya.

Baca Juga: 901 Insinyur Baru UGM Dapat Wejangan dari Ilham Habibie, Apa Isinya?

Anggota Komisi C DPRD DIY Aslam Ridlo menekankan pentingnya perencanaan terpadu agar persoalan banjir dan kawasan kumuh tidak ditangani secara parsial.

Karena menurutnya, penataan kawasan harus dilakukan secara terintegrasi, tidak hanya fokus pada fisik drainase.

"Tapi juga pada lingkungan permukiman dan keselamatan warga,” kata Aslam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.