Jogja

UIN Sunan Kalijaga Jaga Komitmen sebagai Kampus Ramah Difabel

M. Mubin Wibawa | 12 Januari 2026, 11:05 WIB
UIN Sunan Kalijaga Jaga Komitmen sebagai Kampus Ramah Difabel

Akurat.co,Jogja-Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjaga komitmennya sebagai kampus ramah difabel.

Komitmen ini ditunjukkan dengan penerimaaan mahasiswa dari kalangan difabel dan membantu mereka mendapatkan gelar akademik sebagaimana mahasiswa normal lainnya.

Baca Juga: Laga Kandang Pertama PSS dengan Penonton Berjalan Lancar, Fans Difabel Pun Bisa Merayakan Sepak Bola

Ujian skripsi yang baru saja dilakukan Fithrunnada Salma Shabrina, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial, menjadi salah satu bukti nyatanya.

Salma merupakan mahasiswa dengan disabilitas intelektual (Down Syndrome) yang berhasil menunjukkan capaian akademik maksimal melalui ujian skripsinya yang berjudul “Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Anak dengan Down Syndrome di POTADS (Persatuan Orang Tua dengan Anak Down Syndrome) Yogyakarta.”

Salma adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Ia menyelenggarakan Ujian Tugas Akhir secara inklusif pada Rabu, 7 Januari 2026, pukul 09.00–10.30 wib, bertempat di Ruang Ujian FD-1-116.

Ujian skripsi ini dipimpin oleh Muhammad Izzul Haq, S.Sos., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Sidang dan Pembimbing, dengan penguji Dr. Asep Jahidin, S.Ag., M.Si. dan Ro’fah, M.A., Ph.D.

Tim penguji menerapkan pendekatan pengujian yang menyesuaikan dengan kebutuhan Salma tanpa mengurangi substansi dan standar akademik yang dinilai.

Selama proses ujian, suasana berlangsung secara dialogis, inklusif, dan suportif.

Baca Juga: UIN Sunan Kalijaga Apresiasi 410 Mahasiswa Berprestasi dalam Anugerah Kalijaga Prestasi 2025

Salma mampu menjelaskan metode penelitian, kerangka teori, serta temuan penelitiannya dengan bahasa yang sederhana namun mencerminkan pemahaman yang utuh dan mendalam terhadap topik yang diteliti.

Dikutip dari laman resmi UIN Sunan Kalijaga, pelaksanaan ujian ini sekaligus mempertegas komitmen Fakultas Dakwah dan Komunikasi dalam mewujudkan pendidikan inklusif, di mana keberagaman kemampuan mahasiswa dihargai dan keberhasilan akademik diukur secara adil, bermakna, serta berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.