Targetkan 5.000 Pelari, MILO Activ Indonesia Race Yogyakarta Diminta Fasilitasi UMKM

Akurat.co, Jogja-Yogyakarta kembali menjadi tuan rumah event olahraga lari, MILO Activ Indonesia Race 2025.
Sports Marketing Manager Nestle, Rawinda Ditya, menyatakan bahwa MILO Activ Indonesia Race 2025 merupakan agenda tahunan Nestle yang telah berlangsung sejak 2004.
Pelaksanannya di lima kota besar yaitu Makassar, Surabaya, Bandung, Medan, dan Yogyakarta.
Setelah Medan pada 20 Juli, Yogyakarta akan menjadi tuan rumah pada 10 Agustus mendatang.
“Ini bukan pertama kali di Jogja. Tahun lalu kami juga menyelenggarakan di sini, dan tahun ini kembali karena antusiasme masyarakat Jogja yang luar biasa,” ujar Rawinda seusai audiensi dengan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (7/7/2025).
Rawinda menambahkan, target peserta di Yogyakarta sekitar 3.000 hingga 5.000 orang.
Baca Juga: Ngeri, Penumpang KA Jurusan Yogya-Surabaya Bagikan Momen Kaca Jendela Pecah Diduga Dilempar Batu
Event membuka dua kategori utama, yakni 5 km untuk umum dan 2,5 km untuk family run, agar anak-anak bisa berlari bersama orang tua.
“Satu anak dan satu orang tua. Jadi anak-anak bisa mengkampanyekan gerakan aktif di Indonesia,” jelasnya.
Mengenai lokasi dan rute, Jogja Expo Center menjadi salah satu opsi utama, sementara survei dan penjajakan masih dilakukan tim Nestle untuk menentukan rute terbaik.
Rawinda memastikan pihaknya akan melibatkan mitra UMKM dan pelaku usaha lokal untuk mengisi stan-stan yang disediakan selama event.
KGPAA Paku Alam X menegaskan bahwa selain sebagai ajang olahraga, event ini harus memberikan ruang dan dukungan nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah.
Fokus utama Sri Paduka adalah agar event ini bisa menjadi sarana penguatan UMKM.
Baca Juga: Jogja VW Festival Bakal Hadir Ramaikan UGM Pada Tanggal 10-13 Juli 2025
Ia meminta agar pelaku usaha lokal yang sudah terkurasi dan siap bersaing dilibatkan aktif dalam penyelenggaraan, dengan dukungan fasilitas seperti QRIS dan kampanye digital Visiting Jogja untuk memaksimalkan potensi transaksi selama kegiatan berlangsung.
“Mohon bagaimana CSR-nya bisa ikut mengajak UMKM kami,” pintanya dikutip dari jogjaprov.go.id.
Tak hanya aspek ekonomi, unsur budaya lokal juga diharapkan dapat terlibat dalam event sehingga menjadi pengalaman yang bermakna bagi peserta.
Sri Paduka menekankan bahwa tujuan utama adalah menciptakan kemaslahatan yang luas.
“Yang penting semua dapat, ada kemaslahatan buat semua. Event tidak hanya kemeriahan belaka, tapi ada nilainya.
Yang kita buat sebanyak mungkin punya multiplier effect. Banyak memberi, banyak mendapat.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sukses Jual 1.000 Unit V23, iCAR Hadir di Sleman Yogyakarta
- 2Keren, Rasio Ketersediaan Darah PMI Kota Jogja Tertinggi se-Indonesia
- 3Diva Maulana hingga Oscar Prasetyo Berjaya di Kraton Cup XXVIII 2026
- 4Penumpang KA Jarak Jauh Daop 6 Yogyakarta Tembus 10,5 Juta
- 5Batas Kelurahan Sleman Tuntas 100%, Sejarah Baru Bagi DIY?
- 6Senator DIY Syauqi Soeratno Harapkan PSIM Bisa Berkandang di Mandala Krida Musim Depan
- 7Pelajar Kota Jogja Beradu Kreativitas dan Imajinasi melalui Mural
- 8TKD DIY Anjlok Drastis, Dana Desa 2026 Dipangkas 74 Persen!
- 9Batas Kelurahan Sleman Tuntas 100%, Sejarah Baru Bagi DIY?
- 10Pelajar Kota Jogja Beradu Kreativitas dan Imajinasi melalui Mural









