Jogja

Mengenal Kalurahan Semuten Bantul, Kampungnya Kelapa Kopyor di Jogja, Sudah Ada Produk Minuman Kalengnya

M. Mubin Wibawa | 11 Oktober 2025, 09:05 WIB
Mengenal Kalurahan Semuten Bantul, Kampungnya Kelapa Kopyor di Jogja, Sudah Ada Produk Minuman Kalengnya

Akurat.co,Jogja-Berawal dari indukan kelapa kopyor yang dimiliki warganya, Kalurahan Semuten, Jatimulyo, Dlingo, Bantul, kini berkembang menjadi salah satu pusat kelapa kopyor di Yogyakarta.

Jenis kelapa ini dikembangkan Kelompok Taruna Tani Rukun Lestari dan pihak kalurahan.

Lurah Semuten, Mukidi, mengatakan, pada tahun 2023–2024 Kalurahan Semuten mengalokasikan dana APBKal sebesar Rp42 juta untuk program pembibitan kelapa varietas lokal.

Dari program ini, diperoleh kurang lebih 2.000 bibit yang kemudian dibagikan kepada warga untuk ditanam.

Tak puas sampai di situ, Kelompok Taruna Tani Rukun Lestari bersama Kalurahan Semuten berupaya lebih jauh mewujudkan Kalurahan Semuten sebagai Kampung Kopyor.

Ketika kelompok Taruna Tani ini mendapatkan tawaran kerja sama rekayasa pembibitan dan penanaman kelapa varietas kopyor 100 persen, pihak kalurahan segera merespons dengan menyediakan Tanah Kas Desa seluas 3–4 hektare sebagai lokasi demplot penanaman kelapa.

Baca Juga: Berdampak Pada Kemampuan Fiskal Daerah, Komisi A DPRD DIY Desak Kemenkeu Kaji Ulang Pemangkasan TKD

Ketua Kelompok Taruna tani rukun Lestari, Iwan Hariyanto, kemudian melakukan kultur embrio di laboratorium Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Bogor guna memperoleh bibit kelapa kopyor 100 persen.

Sekali proses kultur dapat menghasilkan kurang lebih 700 bibit, namun proses ini memerlukan waktu yang tidak singkat.

“Sekali kultur 12 bulan baru keluar dari lab, 14 bulan baru siap tanam,” ujarnya.

“Kami memandang di Semuten ada kelompok tani milenial Taruna Tani yang dipimpin Mas Iwan. Kami berikan lahan 3–4 hektar untuk dikelola Taruna Tani, untuk penanaman kelapa kopyor. Mas Iwan mencari bibit di Bogor,” ungkap Mukidi.

Sembilan bulan lalu, hasil rekayasa pembibitan tersebut ditanam di lahan TKD seluas 4 hektare.

Lebih tepatnya Kelompok Taruna Tani Rukun Lestari menanam 700 pohon kelapa dari lima varietas, yaitu varietas 100 persen kopyor hasil kultur embrio, Konvensional, Wulung Ijo, Genjah Entok, dan Pandan Wangi.

Panen pertama dari penanaman ini diharapkan dapat dilakukan dalam waktu sekitar dua setengah tahun ke depan.

“Ini untuk mendukung pemenuhan pasar yang saat ini masih kurang-kurang. Kenapa tertarik dengan kopyor? Karena kelapa tidak mengenal musim sehingga akan menjadi pendapatan bulanan para petani,” tutur Iwan.

Saat ini demplot kelapa kopyor ini juga ditanami sayuran dengan sistem tumpangsari.

Baca Juga: Keren, Karya Fotografi Mahasiswa ISI Yogyakarta Raih Prestasi Internasional

Selain untuk memanfaatkan lahan, penjualan hasil pertanian juga menjadi pendapatan bagi petani serta akan ada bagian yang dialokasikan untuk operasional demplot.

Menurut Iwan, bibit kelapa sendiri tidak memerlukan perawatan yang sulit, cukup dengan pengairan satu liter per hari dan pemupukan enam bulan sekali.

Pengembangan produk olahan

Selain fokus pada budidaya, demplot Kampung Kopyor Semuten juga telah memproduksi berbagai olahan kelapa kopyor, baik dalam bentuk frozen, minuman kaleng, maupun kelapa segar.

Produk kelapa kopyor frozen telah dipasarkan ke berbagai rumah makan di Bantul, bahkan hingga ke Bandung.

Sementara itu, produk dalam kemasan kaleng saat ini masih dibuat berdasarkan pesanan, karena masih menunggu izin edar dari BPOM.
Tidak hanya menyediakan produk konsumsi, dempot ini juga menjual bibit kelapa.

Baca Juga: Pakar UMY Sebut Kebijakan Pencampuran Etanol 10 Persen Langkah Tepat Menuju Energi Bersih Nasional

Varietas 100% kopyor hasil kultur embrio dijual dengan harga Rp 1,2 juta per bibit disertai garansi.

Sementara itu, bibit kelapa konvensional dan Wulung Ijo dijual seharga Rp185 ribu, sedangkan bibit kelapa Pandan Wangi dengan potensi kopyor 25 persen dibanderol Rp200 ribu.

Melihat perkembangan demplot kelapa kopyor ini Lurah Semuten, Mukidi, mengaku senang.

“Alhamdulillah belum ada satu tahun, sudah mulai terlihat berkembang. Insya Allah besok dari tahun ke tahun akan ada pengembangan,” katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.