Jogja

PLN DIY Kembangkan SPKLU di Kawasan Wisata Yogyakarta

Haris Ma'ani | 21 Agustus 2026, 10:30 WIB
PLN DIY Kembangkan SPKLU di Kawasan Wisata Yogyakarta
PLN DIY sedang merencakan pengembangan SPKLU di kawasan wisata Yogyakarta untuk memudahkan pemilik kendaraan mengisi daya.-foto: dok.PLN DIY

Akurat.co,Jogja-PLN Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta berencana mengembangkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan wisata Yogyakarta.

General Manager PLN UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo, mengatakan penguatan ekosistem kendaraan listrik di kawasan wisata merupakan bagian dari transformasi layanan PLN yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan sekaligus keberlanjutan.

"Pengembangan SPKLU dan fasilitas pengisian daya di kawasan wisata menjadi langkah strategis untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus mendorong Yogyakarta sebagai destinasi wisata yang modern dan berkelanjutan,” ujar Deri.

Rencana pengembangan tersebut dibahas dalam audiensi PLN UP3 Yogyakarta dan Wonosari bersama Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.

Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat sinergi sekaligus memetakan peluang kolaborasi dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dengan kawasan pariwisata.

Manager PLN UP3 Yogyakarta dan Wonosari, Agung Pratomo mengatakan pengembangan infrastruktur pengisian daya merupakan bagian dari upaya PLN memberikan pengalaman layanan yang semakin mudah dan nyaman bagi pelanggan, khususnya pengguna kendaraan listrik.

"Dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di kawasan wisata, kami melihat adanya peluang untuk menghadirkan fasilitas pengisian daya yang terintegrasi dengan destinasi," jelasnya.

Menurut Agung, konsep pengisian daya di destinasi wisata dapat menjadi alternatif layanan bagi wisatawan.

Jika selama ini fasilitas pengisian daya lebih banyak tersedia melalui SPKLU, PLN mulai menjajaki penerapan konsep charging di kawasan wisata sehingga pelanggan dapat mengisi daya kendaraan selama menikmati destinasi.

“Konsep medium charging atau slow charging dapat menjadi pilihan untuk destinasi dengan durasi kunjungan yang cukup panjang.

Jadi, wisatawan tidak perlu menyediakan waktu khusus untuk mencari lokasi pengisian daya karena proses pengisian dapat dilakukan bersamaan dengan aktivitas wisata,” jelas Agung.

Salah satu destinasi yang telah dijajaki untuk penerapan konsep tersebut adalah Gembira Loka Zoo.

Ke depan, konsep serupa berpotensi dikembangkan di berbagai destinasi wisata lainnya di DIY dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, karakteristik kawasan, serta kesiapan infrastruktur kelistrikan.

Di sisi lain, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Muh Zandaru Budi Purwanto menyampaikan bahwa ketersediaan fasilitas pengisian daya menjadi salah satu dukungan penting dalam pengembangan pariwisata berbasis kendaraan listrik.

“Kami berharap PLN bisa lebih banyak membangun stasiun pengisian daya listrik bagi kendaraan listrik yang ada di Kota Yogyakarta, baik bagi mobil wisatawan maupun kendaraan tradisional seperti becak listrik yang memang sedang kami kembangkan," terangnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.