Bakpia Pathok 25, Oleh-Oleh Legendaris yang Nggak Pernah Absen dari Jogja

Akurat.co, Jogja - Enggak lengkap rasanya pulang dari Jogja tanpa bawa Bakpia Pathok 25.
Kudapan legendaris ini udah jadi ikon oleh-oleh khas Yogyakarta sejak 1979, dan tetap eksis sampai sekarang.
Lokasinya ada di Jalan Pathok, tepatnya di Sanggrahan Pathuk NG I/504, Ngampilan—makanya dinamain Bakpia Pathok 25.
Awalnya, bakpia dibawa oleh komunitas Tionghoa dan disesuaikan dengan lidah lokal.
Versi Jogjanya punya kulit tipis dengan isian lembut seperti kacang hijau, cokelat, keju, hingga varian modern kayak taro dan cappuccino.
Teksturnya empuk, manisnya pas, dan cocok banget dinikmati bareng teh hangat.
Selama puluhan tahun, Bakpia Pathok 25 dikenal konsisten dengan kualitas rasa dan proses pembuatannya.
Meski udah punya banyak pesaing, tempat ini tetap jadi favorit karena rasanya yang autentik dan enggak neko-neko.
Bahkan, banyak yang bela-belain mampir langsung ke tokonya demi dapetin bakpia fresh-from-the-oven.
Gerai Bakpia Pathok 25 enggak cuma ada di pusatnya, tapi juga tersebar di berbagai titik strategis Jogja seperti Malioboro, Bandara YIA, sampai pusat oleh-oleh di Jalan Laksda Adisucipto.
Jadi, enggak susah buat nemuin jajanan legendaris ini.
Bakpia Pathok 25 enggak cuma soal makanan, tapi juga bagian dari perjalanan kuliner Jogja yang penuh cerita.
Cocok banget buat oleh-oleh, atau dinikmati sendiri sambil nostalgia suasana Jogja yang selalu bikin kangen.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









