Jogja

Mie Ayam Lempar Yogyakarta, Sensasi Melihat Atraksi Mie Dilempar sebelum Makan

M. Mubin Wibawa | 1 Desember 2025, 14:43 WIB
Mie Ayam Lempar Yogyakarta, Sensasi Melihat Atraksi Mie Dilempar sebelum Makan

Akurat.co,Jogja-Pencinta mie ayam di Yogyakarta mungkin sudah tak asing dengan salah satu penjual ini.

Salah satu tempat makan mie ayam ini menawarkan sensasi atraksi atau pertunjukan mie dilempar dahulu sebelum diracik dalam mangkuk untuk disajikan kepada pelanggan.

Sesuai dengan atraksi yang dilakukan, nama tempat makan mie ayam satu ini adalah "Mie Ayam Pangsit Lempar Terbang Cak Uji".

Biasa disapa Cak Uji, nama asli pemilik warungnya adalah Ali Fauzi. Menurut pengakuannya, belajar teknik melempar mie saat ikut berjualan mie ayam di Kota Cianjur, Jawa Barat pada sekitar tahun 1980an.

Baca Juga: Mie Julez, Kedai yang Sajikan Mie Ayam Toping Jamur dan Ayam Rendang

Waktu itu ia berujar sebagai pembeda saja dari penjual mie ayam lain.

Sosok kelahiran Desa Kembangan, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini kemudian memutuskan untuk membuka usahanya sendiri di Yogyakarta.

Sejak 1991, warung mie ayamnya berada di Jl. Kolonel Sugiyono No.99, Wirogunan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta.

Ia biasa buka dari pukul 18.3 wib sampai selesai.

Viral di medsos

Dulu sebelum era medsos, atraksi lempar mie Cak Uji terkesan biasa saja. Tapi setelah era medsos, apalagi ditambah bermunculannya vlog blogger, atraksinya ini semakin dikenal luas.

Dengan harga Rp12.000 seporsi ditambah Rp2.000 untuk tambahan pangsit, mie ayam lempar Cak Uji senantiasa ramai pelanggan.

Baca Juga: Mie Ayam Lembah Merapi, Mie Ayam Porsi Bar-bar yang Ada di Sleman

Untuk soal rasa memang masing-masing punya penilaian tersendiri.

Tapi, menikmati mie ayam sembari melihat atraksi melempar mie inilah yang membuat orang terkesan dan penasaran.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.