Kunjungi Mal Pelayanan Publik Bantul, GKR Hemas Soroti Komunikasi Petugas dan Usulkan Layanan untuk Penyandang Disabilitas

Akurat.co, Jogja-Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mengunjungi Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Bantul, Rabu (18/6/2025) kemarin.
Dalam kunjungannya, Ratu Yogyakarta ini menyoroti masalah komunikasi petugas.
Kanjeng Ratu juga mengusulkan layanan inklusif seperti penggunaan bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas.
GKR Hemas hadir atas permintaan pemerintah Kabupaten Bantul untuk meninjau proses pelayanan publik dari awal hingga akhir.
“Efisiensi waktu dan ruang sangat penting dalam pelayanan publik. Misalnya, satu petugas harus menghitung berapa menit yang dibutuhkan agar tidak terjadi antrean panjang saat melayani satu orang.
Selain itu, saya melihat beberapa petugas berbicara terlalu pelan; komunikasi harus lebih jelas dan profesional,” kata GKR Hemas, dikutip dari bantulkab.go.id.
Sosok yang juga menjadi wakil ketua DPD ini menekankan bahwa petugas pelayanan harus dilatih dalam hal public speaking agar mereka dapat menyampaikan informasi dengan cara yang mudah dipahami, ramah, dan tegas.
Pelatihan teknologi juga menjadi perhatian karena perubahan sistem digital dan kebijakan yang terus terjadi.
GKR Hemas juga mengatakan, bahwa layanan inklusif seperti penggunaan bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas sangat penting.
Baca Juga: Baru Sehari Terpasang, CCTV Pemkab Bantul Tangkap Aktivitas Warga Buang Sampah Sembarangan
Dia percaya bahwa kerja sama dengan BK3S dapat memungkinkan hal ini terjadi.
Menanggapinya, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyatakan bahwa catatan GKR Hemas akan bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan publik di Kabupaten Bantul.
“Guru saya mengatakan bahwa elemen sumber daya manusia harus ditingkatkan, terutama dalam hal komunikasi dan penggunaan teknologi.
Kami menyadari bahwa kesiapan petugas secara teknis dan mental sangat menentukan kualitas pelayanan,” ungkap bupati.
Bupati juga menyebut bahwa salah satu prioritas utama pemerintah Kabupaten Bantul adalah pengembangan teknologi.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Bantul, Anihayah, menyatakan saat ini jumlah pengunjung MPP rata-rata 3500 setiap bulan, dengan total 24.000 kunjungan yang dilayani.
Layanan keimigrasian memiliki jumlah peminat tertinggi, dengan sekitar 45 hingga 50 orang yang dilayani setiap harinya.
Baca Juga: Mato Kopi Yogyakarta: Tempat Ngopi Sambil Begadang
Berikutnya layanan perizinan dan administrasi kependudukan di sektor kesehatan, baik untuk bisnis maupun non-bisnis.
“Pelayanan semakin terbantu dengan adanya MPP Digital. Kabupaten Bantul menduduki peringkat ke-11 dari 199 kabupaten/kota di Indonesia dalam penggunaan layanan digital.
Ini menandakan bahwa masyarakat mulai beralih kepada layanan berbasis teknologi informasi,” terang Anihayah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Keren, Rasio Ketersediaan Darah PMI Kota Jogja Tertinggi se-Indonesia
- 2Tiket Online PSIM vs Persija Dijual Hari Ini, Simak Baik-baik Jam Penjualannya
- 3Sukses Jual 1.000 Unit V23, iCAR Hadir di Sleman Yogyakarta
- 4Penumpang KA Jarak Jauh Daop 6 Yogyakarta Tembus 10,5 Juta
- 5Antisipasi Banjir Sleman, Pemkab Petakan 3 Wilayah Fokus Mitigasi
- 6SHFC 2026 Digelar di JCM, Sleman Angkat Halal Fashion dan Kriya Lokal
- 7MUNAS VII APTIKOM 2026: UAJY Desak Kampus IT Jadi Pusat Dampak di Era AI
- 8Seri IM4AC 2026 Mandalika, M Badly Incar Podium Beruntun di Rumah
- 9Pelajar Kota Jogja Beradu Kreativitas dan Imajinasi melalui Mural
- 10Terungkap Rahasia di Balik Kemenangan Perdana PSS dengan Skor Besar





