Jogja

Mandiri Jogja Marathon 2025 Dijadikan Momen Kampanye Hijau, Peserta Bisa Itung Emisi Karbon hingga Daur Ulang Pakaian jadi Suvenir

Yudi Permana | 20 Juni 2025, 09:00 WIB
Mandiri Jogja Marathon 2025 Dijadikan Momen Kampanye Hijau, Peserta Bisa Itung Emisi Karbon hingga Daur Ulang Pakaian jadi Suvenir

Akurat.co, Jogja-Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2025 juga sekaligus dijadikan momen kampanye hijau.

Dalam kesempatan ini, peserta bisa ikut menghitung emisi karbon dan juga ada gerakan daur ulang pakaian pegawai Bank Mandiri untuk dijadikan suvenir ramah lingkungan.

MJM 2025 memang dirancang sebagai panggung implementasi strategi keberlanjutan Bank Mandiri yang selaras dengan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG).

Salah satunya, melalui fitur Livin’ Planet edisi Mandiri Jogja Marathon dalam aplikasi Livin’ by Mandiri, peserta MJM dapat menghitung emisi karbon berdasarkan moda transportasi dan akomodasi ke lokasi lomba, serta memantau kontribusi pengurangan emisi berdasarkan jarak tempuh lari.

Baca Juga: Mandiri Jogja Marathon 2025 Bakal Diikuti 9.200 Pelari dari 17 Negara, Perkuat Posisi Yogyakarta sebagai Destinasi Sport Tourism

Fitur ini juga menyediakan opsi penebusan karbon melalui pembelian pohon alpukat dan aren yang akan ditanam di Jember untuk memberikan manfaat ekonomi bagi petani lokal.

Sebelumnya, komitmen berkelanjutan ini telah diwujudkan lewat pengumpulan pakaian pegawai Bank Mandiri yang didaur ulang menjadi souvenir ramah lingkungan pada event MJM 2025.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mendorong circular economy dan pengurangan limbah tekstil, yang selama ini menjadi tantangan dalam penyelenggaraan event besar.

Wisnu menambahkan, salah satu kearifan lokal yang diangkat dalam MJM tahun ini tercermin dalam desain medali yang mengusung konsep sumbu filosofis Yogyakarta.

Uniknya, medali MJM 2025 adalah bagian pertama dari rangkaian lima medali tahunan yang jika dikoleksi lengkap hingga 2029, akan membentuk satu kesatuan visual yang merepresentasikan garis sumbu filosofis Yogyakarta dari Laut Selatan, Panggung Krapyak, Keraton, Tugu Yogyakarta, hingga Gunung Merapi sebagai simbol harmoni antara nilai budaya, sejarah, dan spiritualitas kota Yogyakarta.

Baca Juga: Pemkab Bantul Pasangi CCTV di Tempat-tempat Rawan Pembuangan Sampah Liar, Hayo Sopo Sing Buang Sampah Sembarangan Meneh, Wani Po?

Sementara itu di race village, yang menjadi pusat aktivitas utama peserta mulai dari titik start dan finish, area hiburan, booth sponsor, hingga zona pemulihan dan edukasi, program Aksi Bersih Mandiri akan digelar secara menyeluruh untuk menjaga kebersihan dan mengajak peserta berpartisipasi langsung dalam pengelolaan sampah terpilah.

Fasilitas pemilahan sampah organik dan anorganik disediakan di berbagai titik, dan akan dikelola bersama masyarakat lokal sebagai bagian dari komitmen pemberdayaan dan edukasi lingkungan yang berkelanjutan.

SEVP Corporate Relations Bank Mandiri M. Wisnu Trihanggodo, menegaskan bahwa MJM tidak hanya menjadi sarana kompetisi olahraga dan promosi budaya, melainkan juga bagian dari strategi keberlanjutan korporasi yang berdampak nyata terhadap masyarakat dan lingkungan.

Di sisi sosial, Wisnu menjelaskan, Bank Mandiri turut menggelar inisiatif program Mandiri Bakti Kesehatan, yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan layanan kesehatan gratis di tiga titik strategis.

Antara lain, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Imogiri dan Keraton Pakualaman.

Bukan hanya itu, sebagai bagian dari kegiatan Road to Mandiri Jogja Marathon 2025, bank berlogo pita emas ini juga menyelenggarakan program Mandiri Sahabat Desa di 18 titik, di kawasan Prambanan.

Baca Juga: Baru Sehari Terpasang, CCTV Pemkab Bantul Tangkap Aktivitas Warga Buang Sampah Sembarangan

Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Bank Mandiri tersebut meliputi literasi keuangan, pengembangan potensi desa, lomba mini race desa, senam sehat, kerja bakti desa hingga peningkatan kualitas gizi melalui masak besar yang berkolaborasi dengan warga lokal.

“Kami ingin MJM menjadi event yang relevan secara sosial dan berkelanjutan secara operasional. Setiap langkah peserta adalah kontribusi, baik bagi diri sendiri, lingkungan, maupun masyarakat,” papar Wisnu.

Dari sisi ekonomi, event ini terbukti memberikan dorongan signifikan.

Berdasarkan riset terbaru Mandiri Institute, penyelenggaraan MJM pada dua tahun terakhir mendorong pertumbuhan belanja di wilayah DIY khususnya pada minggu pelaksanaan lebih dari sepertiga dibandingkan rata-rata periode normal.

Dampak tersebut berasal dari pergerakan wisatawan domestik dan mancanegara yang mengikuti rangkaian lomba, serta aktivitas turunan di sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM lokal.

“Dengan dukungan lebih dari 9.000 pelari dan ribuan pengunjung, MJM 2025 diharapkan kembali memberikan nilai tambah pada perputaran ekonomi regional, sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi sport tourism unggulan di Asia Tenggara,” imbuh Wisnu.

Baca Juga: Bahas Situasi Timur Tengah, SBY: Selalu Ada Pemimpin yang Gemar Berperang

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Imam Pratanadi, menambahkan bahwa Mandiri Jogja Marathon berkontribusi besar dalam memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi sport tourism.

Gelaran ini mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, memperpanjang masa tinggal, dan menciptakan sirkulasi ekonomi di sektor pariwisata dan UMKM.

“MJM telah menjadi ajang tahunan yang membawa dampak positif terhadap ekonomi lokal. Kehadirannya selalu dinanti karena mampu menggabungkan olahraga, budaya, dan potensi ekonomi daerah dalam satu platform yang kuat,” ujar Imam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.