Cerita Juru Parkir Kota Jogja Beralih ke Sistem Digital, Biasa Tunai Kini Ikuti Perubahan Zaman

Akurat.co,Jogja-Retno Murti Endang Mardiyah adalah salah satu juru parkir di Kota Jogja yang harus merasakan perubahan.
Penerapan sistem digital membuatnya mau tak mau beradaptasi dengan sistem baru itu.
Meski awalnya mengaku bingung karena sebelumnya tak pernah memakainya, ia berusaha memahami sistemnya.
“Kendalanya karena belum pernah pakai, jadi belum tahu caranya," katanya.
Baca Juga: Parkir Digital di Jogja jadi 700 Titik Tahun Depan
Ia mengatakan, biasanya kalau belanja masih menggunakan uang cash.
"Tapi semoga kedepan bisa terbiasa dan bisa memakai sistem QRIS ini," tuturnya.
Retno menyebut memerlukan waktu untuk terbiasa dengan penerapan sistem pembayaran non-tunai.
"Mengikuti kemajuan zaman. Sekarang memang sudah harus pakai sistem ini. Sebetulnya saya belum pernah pakai karena belum punya kartu banknya, tapi kalau memang harus pakai, saya mendukung untuk Kota Yogyakarta,” ujar juru parkir yang bertugas di kawasan Diponegoro ini.
Apa yang diungkapkan Retno mungkin saja dialami juru parkir lain, terutama yang sudah berusia.
Tetapi, mereka kini harus mengikuti zaman setelah Pemkot Jogja menerapkan kebijakan parkir digital.
Baca Juga: Pemkot Jogja Perluas Parkir Digital hingga 110 Titik, Saat Ini Baru 10
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo juga menegaskan kesuksesan parkir digital ada pada para petugas parkir di lapangan.
Ia berharap semakin luas penerapan parkir digital di Kota Jogja.
"Target kami pada akhir Desember 2025 sudah mencapai 350 titik parkir digital," ujar Hasto.
Hasto menyebut pada pertengahan tahun depan diharapkan bisa 100 persen atau sekitar 700 titik lokasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam





