Jogja

5 Fakta Penting Keracunan MBG SMA Teladan, 426 Siswa jadi Korban, 33 Siswa Sampai Tak Masuk Sekolah

M. Mubin Wibawa | 17 Oktober 2025, 06:07 WIB
5 Fakta Penting Keracunan MBG SMA Teladan, 426 Siswa jadi Korban, 33 Siswa Sampai Tak Masuk Sekolah

Akurat.co,Jogja-Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memakan korban di Yogyakarta. Siswa penerima MBG di SMA Negeri Yogyakarta atau SMA Teladan mengalami keracunan pada Rabu (15/10/2025).

Akibat keracunan tersebut, siswa mengalami sakit perut, diare, bahkan ada yang harus izin sekolah pada Kamis (16/10/2025).

Baca Juga: Pemanfaatan Dapur UMKM hingga Sekolah Solusi Krisis MBG

Seperti apa fakta-fakta penting keracunan tersebut? Berikut penjelasannya:

1. Jumlah siswa keracunan mencapai 426

Sebanyak 426 siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta mengalami keracunan akibat Makan Bergizi Gratis yang disantap pada Rabu (15/10). Para siswa ini mengalami sakit perut dan diare, serta, tercatat 33 siswa absen pada Kamis (16/10).

2. SPPG penyelenggara berada di Wirobrajan

Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, SPPG penyelenggara yang menyediakan MBG untuk SMA Negeri 1 Yogyakarta adalah SPPG wilayah Wirobrajan

Berdasarkan komunikasi dengan SPPG, Ni Made menyebut, MBG untuk SMAN 1 Yogyakarta ini dimakan saat istirahat ke-2, atau sekitar pukul 11.45 WIB.

“Informasinya harusnya makanan dimasak agak siang tetapi dimasak kemruputen karena kokinya ada yang sakit,” ujar Ni Made pada Kamis (16/10).

3. Keracunan diduga berasal dari lauk ayam

Keracunan berasal dari lauk ayam. Menurut laporan yang diterima Ni Made, jatah untuk SMA Negeri 1 Yogyakarta ini dimasak berbarengan dengan jatah pagi untuk SD. Padahal seharusnya, jatah siang tidak dimasak berbarengan dengan jatah pagi.

Untuk itu, Ni Made meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY untuk langsung mendatangi SMA Negeri 1 Yogyakarta guna mendapatkan informasi yang lebih jelas.

Baca Juga: Cegah Keracunan MBG Berulang, Guru Besar UGM Sarankan Kapasitas SPPG Ditinjau Lagi

Sebelumnya, pihaknya juga sudah berupaya mengantisipasi kejadian keracunan, melalui inisiasi perjanjian SPPG dengan pihak sekolah.

4. Ada Indikasi pelanggaran oleh SPPG

Ni Made menyebut ada indikasi pelanggaran oleh SPPG. Hal tersebut sesuai yang tertuang dalam peraturan yang ditetapkan.

Ni Made menegaskan agar SPPG tidak lagi lengah dan mengakibatkan keracunan terhadap konsumennya, harus ada laporan rutin.

“Kami memberikan syarat bagi Koordinator SPPG untuk melaporkan secara rutin seminggu sekali kepada Ketua Satgas. Kita juga mengharuskan ada informasi selain kandungan gizi juga waktu layak untuk dikonsumsi,” kata Ni Made.

5. Pihak sekolah mengonfirmasi siswa mengalami gejala Kamis dini hari, MBG pada Kamis ditolak

Kepala Sekolah SMAN 1 Yogyakarta, Ngadiya menjelaskan, menu yang dimakan para siswa pada Rabu (15/10) lalu terdiri dari nasi putih, ayam saus barbeque, tahu krispi, salad sayur, dan buah pisang.

“Yang diduga menyebabkan keracunan itu ayamnya,” katanya.

Baca Juga: Guru Besar UGM Kritisi MBG yang Hanya Untungkan Pengusaha Besar, Unit Cost Rp15.000 jadi Cuma Rp7.000 

Ngadiya membenarkan perkataan Ni Made, bahwa dari 972 siswa ada 426 yang mengalami gejala keracunan berupa sakit perut hingga diare ringan.

Para siswa menurutnya mulai mengalami gejala itu pada Kamis (16/10) dini hari sekitar pukul 01.00 sampai 03.00 WIB.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.