Peringatan Hari AIDS 2025, Pemkot Jogja Kembali Tegaskan Komitmen Akhiri Kasus pada 2030

Akurat.co,Jogja-Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kembali menegaskan komitmen mengakhiri kasus HIV/AIDS pada 2030 mendatang.
Komitmen ini disampaikan saat Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 di Grha Pandawa Balai Kota Yogyakarta, Selasa (2/12).
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menekankan, target mengakhiri kasus AIDS pada 2030 harus diwujudkan melalui sinergi lintas sektor dan tidak hanya menjadi slogan.
Baca Juga: Kasus HIV Masih Tinggi, Pemkot Jogja Targetkan Nol Kasus pada 2030
Menurut catatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta sejak tahun 2004 hingga TW III 2025, terdapat 1.777 kasus HIV positif dan 340 kasus AIDS yang mendapat layanan di fasilitas kesehatan di Kota Yogya.
Dengan sekitar dua pertiga penderita yang berobat di kota ini bukan warga Kota Yogyakarta secara administratif, sehingga layanan yang diberikan Pemkot turut memberi manfaat bagi kabupaten sekitar.
“Pendataan dilakukan berdasarkan fakta di lapangan, sehingga program penanggulangan di Kota Yogyakarta juga ikut membantu kabupaten sekitar. Ini menjadikan penanganan di kota sangat strategis,” jelas Hasto.
Ia juga menegaskan bahwa data HIV/AIDS harus tetap disampaikan kepada publik secara agregat untuk meningkatkan kewaspadaan, tanpa menyebut identitas pasien.
“Data tidak boleh dimatikan. Harus dihidupkan agar masyarakat waspada. Yang penting tidak menyebut nama dan alamat,” tegasnya.
Salah satu wujud kolaborasi menangani kasus HIV/AIDS adalah penandatanganan komitmen mewujudkan layanan HIV dan AIDS Inklusif bersama Unit Pelayanan Kesehatan Masyarakat (UPKM) Bethesda YAKKUM.
Penandatanganan komitmen dilakukan Direktur UPKM Bethesda YAKKUM, Wahyu Priosaptono serta beberapa stakeholder terkait seperti Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, Yayasan Kebaya, dan PKBI Kota Yogya.
Hasto Wardoyo menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kehadiran serta kerja sama antara Pemkot Yogyakarta dan YAKKUM.
Ia menegaskan bahwa isu HIV/AIDS harus mendapat perhatian serius karena dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia, satu-satunya sumber daya utama yang dimiliki Kota Yogyakarta.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Libatkan Gen Z Jadi Agen Perubahan Program JKN
Direktur UPKM Bethesda YAKKUM, Wahyu Priosaptono, menyampaikan bahwa sinergi yang terbangun dengan Pemkot Yogyakarta menjadi energi penting dalam upaya percepatan penanggulangan HIV/AIDS.
Menurutnya, kolaborasi adalah cara terbaik menghadapi berbagai keterbatasan dalam pelaksanaan program.
“Dengan kerja sama dan sinergi, tercipta semangat baru. Upaya-upaya kita ke depan diharapkan lebih baik, termasuk menekan diskriminasi. Semoga apa yang kita lakukan memberikan manfaat dan energi baru bagi sinergi kita,” jelas Wahyu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sukses Jual 1.000 Unit V23, iCAR Hadir di Sleman Yogyakarta
- 2Keren, Rasio Ketersediaan Darah PMI Kota Jogja Tertinggi se-Indonesia
- 3Tiket Online PSIM vs Persija Dijual Hari Ini, Simak Baik-baik Jam Penjualannya
- 4Penumpang KA Jarak Jauh Daop 6 Yogyakarta Tembus 10,5 Juta
- 5Antisipasi Banjir Sleman, Pemkab Petakan 3 Wilayah Fokus Mitigasi
- 6SHFC 2026 Digelar di JCM, Sleman Angkat Halal Fashion dan Kriya Lokal
- 7Diva Maulana hingga Oscar Prasetyo Berjaya di Kraton Cup XXVIII 2026
- 8MUNAS VII APTIKOM 2026: UAJY Desak Kampus IT Jadi Pusat Dampak di Era AI
- 9Batas Kelurahan Sleman Tuntas 100%, Sejarah Baru Bagi DIY?
- 10Pelajar Kota Jogja Beradu Kreativitas dan Imajinasi melalui Mural





