Jogja

Dodolanan, Upaya Jogja Merawat Permainan Tradisional

M. Mubin Wibawa | 6 Desember 2025, 19:08 WIB
Dodolanan, Upaya Jogja Merawat Permainan Tradisional



Akurat.co,Jogja
-Sejumlah permainan tradisional yang sudah nyaris punah, seperti gobak sodor dan engklek dimainkan dalam event Dodolanan.

Event yang dilakukan di GOR Amongraga hingga Minggu (7/12/2025) ini diikuti desa/kelurahan budaya DIY.

Acara dimaksudkan mengangkat potensi daerah, mulai kesenina, kerajinan, kuliner, pengetahuan budaya, dan permainan tradisional.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi mengungkapkan, Dodolanan hadir dengan konsep kegiatan yang memadukan aktifitas berjualan (dodolan), bermain (dolan), dan permainan (dolanan) yang bisa dinikmati sebagai rekreasi keluarga.

Baca Juga: Daftar Obyek di Kota Jogja yang Diusulkan jadi Cagar Budaya, Monumen PSSI Termasuk

Di event ini, para pengunjung bisa menyaksikan atraksi hiburan kesenian tradisional, berbelanja produk lokal yang merupakan produk unggulan desa budaya, dan mencoba memainkan permainan tradisional yang disiapkan.

Dian menerangkan bahwa Gelar Potensi Desa Budaya Tahun 2025 diikuti oleh 50 kelurahan/kalurahan budaya se-DIY.

Di antaranya, yaitu 5 kelurahan dari Kota Yogyakarta, 10 kalurahan dari Kabupaten Bantul, 11 kalurahan dari Kabupaten Kulon Progo, 12 kalurahan dari Kabupaten Gunungkidul, dan 12 kalurahan dari Kabupaten Sleman.

Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Sosial, Budaya dan Kemasyarakatan, Didik Wardaya, mewakili Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh desa/kelurahan budaya yang hadir membawa potensi terbaiknya.

Baca Juga: Seribu Warga Hargobinangun Sleman Menari Bersama Meriahkan Festival Budaya Lereng Merapi

Ia menyebut, Gelar Potensi bukan sekadar panggung seni, tetapi gambaran kehidupan budaya yang sesungguhnya, hidup, bergerak, dan tumbuh dari masyarakat akar rumput.

“Rangkaian kesenian, seperti reog, jathilan, dramatari, karawitan, hingga teater anak yang tampil menjadi bukti bahwa identitas budaya Yogyakarta terus dijaga melalui kreativitas warga,” kata Didik saat membuka acara mewakili sekda, Jumat (5/12/2025).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.