BMKG: Puncak Musim Hujan di Yogyakarta Diprediksi Januari-Februari 2026

Akurat.co,Jogja-Puncak musim hujan di Yogyakarta diprediksi terjadi pada Januari-Februari 2026.
BMKG pun mengimbau pemerintah daerah, institusi terkait dan seluruh masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap waspada puncak musim hujan.
Terutama di wilayah rawan banjir, tanah longsor dan angin kencang dengan melakukan tindakan mitigasi bencana meliputi membersihkan saluran-saluran air, memangkas dahan pohon.
Baca Juga: BMKG Imbau Waspada Dampak Siklon Tropis IGGY, Peningkatan Curah Hujan Masih Terjadi di DIY
"Memastikan kekuatan baliho-baliho di jalan dan tindakan-tindakan mitigasi bencana lainnya,” jelas Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas dikutip dari laman resmi BMKG.
Reni menjelaskan, curah hujan dasarian II Januari 2026 diprediksi dalam kategori menengah–tinggi berkisar antara 75-200 mm/dasarian dengan sifat hujan Normal-Atas Normal.
Curah hujan dasarian III Januari 2026 diprediksi dalam kategori menengah- tinggi berkisar antara 50-200 mm/dasarian dengan sifat hujan Bawah Normal-Normal.
Untuk curah hujan dasarian I Februari 2026 diprediksi dalam kategori menengah berkisar antara 50-150 mm/dasarian dengan sifat hujan Bawah Normal.
Pemkot Jogja perpanjang darurat cuaca ekstrem
Menyikapi rilis BMKG, langkah nyata dilakukan oleh Pemkot Jogja.
Pemkot Jogja memperpanjang masa siaga darurat cuaca esktrem, banjir, dan talut longsor hingga Februari 2026.
Sebelumnya statatus siaga bencana ditetapkan sampai Desember 2025.
Perpanjangan status siaga bencana tersebut ditetapkan dalam Keputusan Wali Kota Yogyakarta nomor 490 tahun 2025 tentang perpanjangan penetapan status siaga darurat bencana banjir, talut longsor dan cuaca ekstrem di Kota Yogyakarta.
BPBD Kota Yogyakarta mencatat selama tahun 2025 terdapat 138 kejadian pohon tumbang, 66 atap rusak karena angin kencang/cuaca ekstrem, 26 kejadian tanah/talut longsor dan 12 kejadian banjir luapan dan dan 1 kejadian gempa bumi.
Baca Juga: BMKG Prediksi La Nina hingga Januari 2026, Dosen UGM Ingatkan Tak Selalu Sebabkan Banjir
“Selama ini kejadian di Kota Yogya paling banyak pohon tumbang. Januari ini juga ada beberapa pohon tumbang.
Makanya kami imbau warga untuk mengurangi atau memangkas sebagian pohon yang rimbun dan lapuk untuk mencegah pohon tumbang,” terang Ketua Tim Kerja Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Petrus Singgih Purnomo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 15 Fakta Penting Demo 2 Tahun Prabowo Gibran di Jogja, Berakhir Rusuh, Massa Duduki DPRD hingga Malam
- 2Muhammadiyah Desak Hukum Tegas Pelaku Karhutla Tanpa Pandang Bulu
- 32 Tahun Pemerintah Prabowo Gibran, Ribuan Mahasiswa Duduki DPRD DIY, Tuntut Pemerintah Lakukan Hal Ini!
- 4Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar
- 52 Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa DIY dan Tuntut 7 Hal Ini Kepada Pemerintah
- 6Antrean BBM di Jateng dan DIY Meluas, Pertamina Jamin Pasokan Aman
- 7Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
- 8Hasil BRI Super League: Kalah 5 Laga Beruntun, PSIM Ingin Bangkit di Laga Berikut
- 9Stok BBM Sleman Diklaim Aman 7 Kali Lipat, Pemkab Minta Warga Tak Panic Buying
- 10Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya









