Inovasi Atasi Stunting Segoro Bening Wirobrajan Dapat Penghargaan Nasional, Apa yang Dilakukan?

Akurat.co,Jogja-Inovasi mengatasi stunting yang dilakukan Kemantren Wirobrajan, Yogyakarta, mendapatkan penghargaan nasional.
Inovasi Semangat Gotong Royong Bebas Stunting (Segoro Bening) masuk sebagai Finalis Top Inovasi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2025 Kelompok Umum oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Jawatan Sosial Kemantren Wirobrajan, Eka Kusumawati, menjelaskan bahwa Segoro Bening lahir dari kesadaran bahwa persoalan stunting tidak bisa diselesaikan secara parsial atau sektoral.
Baca Juga: Posyandu dan Puskesmas Berperan Besar dalam Penurunan Stunting di Kota Yogyakarta
“Sejak awal 2023 kami melihat, setelah data stunting ada, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana intervensinya. Dari situ muncul Segoro Bening," jelasnya.
Angka stunting tinggi
Pada tahun 2023, prevalensi stunting di Kemantren Wirobrajan masih berada di angka 10,56 persen.
Pada saat itu keterlibatan masyarakat dan stakeholder masih terbatas, koordinasi lintas sektor belum berjalan sistematis, serta edukasi kepada keluarga berisiko stunting belum menjangkau seluruh sasaran.
Melalui Segoro Bening, pendekatan diperluas dengan mengoptimalkan peran seluruh pemangku kepentingan, mulai dari puskesmas, KUA, Polsek, Koramil, hingga dunia usaha dan masyarakat.
Intervensi dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir, mencakup remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga bayi dan balita.
Puskesmas berperan dalam pemeriksaan kesehatan dan pemberian tablet tambah darah, KUA melakukan pembinaan calon pengantin, sementara dunia usaha terlibat melalui program CSR untuk mendukung pemenuhan gizi.
Sejumlah mitra yang terlibat dalam Segoro Bening antara lain Bank Jogja, BPD DIY, Lazismu, pelaku UMKM, catering, hingga produsen makanan balita.
Kolaborasi tersebut memungkinkan penyediaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan baduta berisiko stunting, bahkan pada saat belum tersedia dukungan anggaran khusus.
Andalkan kolaborasi dengan berbagai sektor
Pada tahun 2025, kolaborasi diperluas dengan Universitas Widya Mataram yang mendampingi kegiatan posyandu sekaligus memberikan edukasi langsung kepada orang tua balita.
Kerja sama ini direncanakan berlanjut pada 2026 sebagai bagian dari keberlanjutan Segoro Bening.
Eka menambahkan, meskipun angka stunting terus menurun, evaluasi tetap dilakukan secara mendalam.
“Segoro Bening bukan sekadar mengejar angka, tapi memastikan setiap anak mendapat perhatian sesuai kebutuhannya. Penanganan stunting harus manusiawi dan berkeadilan,” tegas Eka.
Baca Juga: Tekan Angka Stunting di Kota Yogyakarta, Komisi A DPRD DIY Perjuangkan Kenaikan Anggaran BKK
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Aan Iswanti, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan di wilayah, termasuk Segoro Bening di Kemantren Wirobrajan.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi-inovasi di wilayah, karena penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Harus melibatkan semua unsur lintas sektoral," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam





