Jogja

Simak Prospek Cuaca DIY Tanggal 31 Januari dan 1 Februari 2026

Yudi Permana | 30 Januari 2026, 12:33 WIB
Simak Prospek Cuaca DIY Tanggal 31 Januari dan 1 Februari 2026

Akurat.co, Jogja - Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta kembali mengeluarkan prospek cuaca untuk wilayah DIY dan sekitarnya.

Kali ini berlaku untuk dua hari, tanggal 31 Januari dan 1 Februari 2026.

Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengidentifikasi, suhu muka laut baik dalam skala harian maupun mingguan di Laut Jawa dan Samudera Hindia Selatan Jawa terpantau relatif hangat yakni 28-30 C, dengan anomali suhu muka laut berkisar antara -0.5 s/d +1.0 C.

Baca Juga: Pemkot Ajak Pelajar Kota Jogja Ikuti Seleksi Paskibraka 2026

"Kondisi ini mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan," kata Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, Jumat (30/01/2026).

Adanya belokan angin atau shearline yang menyebabkan pengumpulan massa udara di sekitar wilayah Jawa, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah DIY.

Profil vertikal kelembaban udara terkini wilayah DIY pada ketinggian 1,0 – 3,0 km (paras 850 - 700 mb) sebesar 70 - 95 %, sehingga peluang pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY signifikan.

Mempertimbangkan hal tersebut, maka BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprakirakan cuaca di wilayah DIY periode tanggal 31 Januari dan 1 Februari 2026 adalah sebagai berikut:

Baca Juga: Kasus PMK di Kabupaten Tetangga Mulai Muncul, Pemkot Jogja Siapkan Vaksinasi Hewan Ternak

Tanggal 31 Januari 2026

Potensi hujan sedang di Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.

Tinggi gelombang laut: 1.25 – 2.5 m (kategori sedang).

Tanggal 01 Februari 2026

Potensi hujan sedang di Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara

Tinggi gelombang laut: 1.25 – 2.5 m (kategori sedang).

Baca Juga: 28 Juta Warga RI alami Gangguan Jiwa, Pakar UMY Ungkap Penyebabnya

"Masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.