Akurat.co, Jogja - Dinas Perhubungan (Dishub) DIY bersama Pemerintah Kota Yogyakarta, menggelar Kampanye Penggunaan Becak Kayuh Bertenaga Listrik sebagai langkah nyata mendukung transformasi Kawasan Malioboro menjadi area rendah emisi dan ramah lingkungan.
Program ini menegaskan komitmen Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta untuk melestarikan becak sebagai moda transportasi ikonik Yogyakarta. Sekaligus mengintegrasikannya dengan teknologi ramah lingkungan.
Kadishub DIY Chrestina Erni Widyastuti berharap, kampanye ini menjadi tonggak komitmen bersama untuk mewujudkan Malioboro sebagai kawasan yang tidak hanya berbudaya, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan.
"Becak adalah identitas Jogja. Kini, melalui inovasi teknologi, kehadirannya menjadi lebih manusiawi, efisien dan tetap bernilai historis," Minggu (20/07/2027).
Baca Juga: 5 Tips Belanja Seru di Malioboro Jogja Biar Dompet Aman, Hati Senang
Becak kayuh bertenaga listrik atau pedal-assist electric tricycle didesain menyerupai becak tradisional. Namun dilengkapi motor listrik untuk membantu pengayuh, terutama saat menanjak atau menempuh jarak jauh.
Kendaraan ini ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar fosil dan tidak menimbulkan polusi suara.
Dukungan teknologi pada pengayuh bukan hanya meringankan beban fisik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi mereka.
Kampanye ini merupakan bagian dari strategi besar penataan Kawasan Malioboro dan Sumbu Filosofi Yogyakarta (Tugu–Malioboro–Kraton–Panggung Krapyak) yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.
Baca Juga: 5 Fakta Unik Malioboro Jogja yang Jarang Diketahui Wisatawan
Fokus utama penataan adalah pengendalian kendaraan bermotor, pengurangan emisi karbon, serta peningkatan kualitas ruang bagi pejalan kaki, pesepeda, dan moda tradisional seperti becak.
Pemda DIY bersama Pemkot Yogyakarta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan menggunakan becak kayuh bertenaga listrik saat berada di Kawasan Malioboro.
Selain sebagai moda transportasi, becak listrik mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan, pelestarian tradisi, serta peningkatan kesejahteraan warga lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dispar Bantul Gelar Pameran Layang-Layang 'Akasa Cangkring' di Pantai Cangkring
- 2Lewat Program Masdaku, Diskop UKM Sleman Dorong 111 Ribu UMKM Go Digital
- 3Satu Tahun Wajah Baru Pasar Godean: Ada Pembagian 4.000 Porsi Makanan Gratis!
- 4Pilihan Warna Baru New Honda Stylo 160: Tampil Lebih Retro dan Premium!
- 5KPU dan Bawaslu Sleman Sinkronisasi Data Pemilih Triwulan III 2026
- 6UAJY Gelar International Cross Cultural Day 2026 di Yogyakarta, Pertemukan Budaya Berbagai Negara
- 7Kalah dalam 3 Laga Awal, Fans PSS Berharap Finis 10 Besar
- 8Sinergi DOKU dan Antom: Himelda Renuat Pimpin Ekspansi FinTech Indonesia
- 9Bukan Lewat Skripsi, Ini Rahasia Mahasiswa UPN Jogja Lulus 3 Tahun 10 Bulan
- 10Kalah dalam 3 Laga Awal, Fans PSS Berharap Finis 10 Besar










