Bupati Gunungkidul Endah Subekti Minta Warga Dukung Pembangunan Kawasan Wisata Pantai Sanglen, 50 Warga Menolak Disebut Pendatang

Akurat.co,Jogja-Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meminta warga didi sekitar Pantai Sanglen mendukung rencana pembangunan kawasan wisata di wilayah tersebut.
Dikutip dari laman resmi pemerintah provinsi DIY, pembangunan ini dilakukan berdasarkan surat palilah (izin penggunaan tanah) yang telah diterbitkan oleh Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan diperkuat dengan surat resmi dari pemerintah kelurahan setempat.
“Surat dari keraton dan kelurahan sudah terbit. Maka mari kita dukung bersama, karena ke depan tempat wisata ini akan menyerap tenaga kerja lokal dan memberdayakan Pokdarwis,” ujar Endah.
Baca Juga: Wisatawan Asal Jakarta Timur Hilang Misterius Di Pantai Siung, Sempat Tanyakan Watu Togok
Ia menilai proyek ini berpotensi membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Tidak hanya akan mendukung sektor pariwisata, tetapi juga memberdayakan pelaku UMKM dan masyarakat sekitar.
Endah juga menyoroti keberadaan warga yang selama ini menempati kawasan tersebut tanpa hak.
Ia menegaskan bahwa tanah di kawasan Pantai Sanglen adalah milik Kraton Ngayogyakarta.
Sebagian warga sebelumnya memang mendapatkan manfaat dari keberadaan pantai itu, namun seiring dengan rencana investasi, mereka diminta untuk memahami dan menaati aturan yang berlaku.
“Saya menghimbau kepada masyarakat yang tidak memiliki hak atas lahan tersebut untuk secara ikhlas menaati aturan dan mengosongkan lahan.
Ini agar pembangunan bisa segera dilaksanakan,” tegasnya.
50 warga yang menolak adalah pendatang baru
Menanggapi adanya sekitar 50 warga yang dikabarkan menolak pengosongan, Bupati Endah menjelaskan bahwa sebagian besar dari mereka adalah pendatang baru.
Bahkan ada warga yang baru menempati area tersebut setelah mendengar akan ada investasi.
“Saya sering datang ke sana, bahkan malam hari. Biasanya hanya satu orang yang menetap.
Tapi setelah isu investasi muncul, justru banyak yang datang dan mulai menempati wilayah itu,” jelasnya.
Endah juga menambahkan bahwa masih banyak lahan lain yang tersedia di kawasan Gunungkidul untuk kegiatan usaha.
Pemda, kata dia, juga telah menyiapkan lokasi relokasi bagi pedagang dan pelaku usaha, seperti Pasar Besole, Taman Kuliner, dan beberapa area di sekitar pantai lainnya.
“Kita ini punya adat, tata krama, dan etika. Kalau tahu bukan lahannya, ya sebaiknya menarik diri.
Pemda juga siap memfasilitasi agar warga bisa tetap berusaha di tempat yang lebih sesuai,” tambahnya.
Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap turun ke lapangan dan memastikan proses ini berjalan dengan tertib dan bermartabat.
“Rezeki tidak akan tertukar. Yang penting kita jalani dengan cara yang baik, tertib, dan sesuai aturan,” tutup Endah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dosen dan Mahasiswa UAJY Sabet Juara 1 di Konferensi Asia Singapura
- 2UIN Sunan Kalijaga Peringkat 2 Kampus Terbaik Indonesia versi WUR 2027
- 3Jajan Oleh-Oleh Khas Bantul di Geplak Mbok Tumpuk, Peyek Tumpuknya Legend
- 4Proses Pergantian Kapolri Berlangsung Kilat, Ini Kata Pakar UMY
- 5Gedung Baru DPRD DIY, Progres Pekan ke-81 Tembus 91 Persen
- 6PLN DIY Dorong Mahasiswa Pahami Transisi Energi
- 7Saling Salip di Tikungan Akhir Jepang, Badly Ayatullah Persembahkan Podium IM4AC 2026
- 8Rumaket 2026, Cara Pemkot Yogya Dekatkan Wayang ke Gen Z
- 9Gedung Baru DPRD DIY, Progres Pekan ke-81 Tembus 91 Persen
- 10Proses Pergantian Kapolri Berlangsung Kilat, Ini Kata Pakar UMY





