Jogja

5 Fakta Terbaru Kasus Meninggalnya Mahasiswa Amikom Yogyakarta saat Demo di Polda DIY, Dugaan Kekerasan sampai Keluarga Tolak Otopsi

M. Mubin Wibawa | 1 September 2025, 07:05 WIB
5 Fakta Terbaru Kasus Meninggalnya Mahasiswa Amikom Yogyakarta saat Demo di Polda DIY, Dugaan Kekerasan sampai Keluarga Tolak Otopsi

Akurat.co,Jogja-Mahasiswa Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama meninggal saat aksi demonstrasi di Polda DIY, Minggu (31/8/2025).

Rheza menghembuskan napas terakhir di RSUP Dr. Sardjito pada Minggu pagi.

Menurut kabar beredar, Rezha sempat terjatuh dari rumah sakit dan terkena gas air mata sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta Meninggal Dunia saat Ikut Demonstrasi

Sejumlah fakta terbaru terungkap di balik kasus meninggalnya Rheza. Apa saja?

1. Polda DIY Siap Melakukan Penyelidikan

Kapolda DIY Irjen. Pol. Anggoro Sukartono, S.I.K. mengatakan, pihaknya siap melakukan penyelidikan atas kasus meninggalnya Rheza.

“Kalau keluarga berubah pikiran, kami siap melakukan penyidikan. Kalau masyarakat punya bukti atau saksi, silakan disampaikan,” ujar Kapolda saat ke rumah duka di Dusun Jaten, Sendangadi, Mlati, Sleman, Minggu sore.

Dalam kesempatan ini, Kapolda juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Rheza Sendy Pratama.

2. Sri Sultan minta Polda identifikasi

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X memberi tanggapan atas kasus meninggalnya mahasiswa Amikom Yogyakarta.

Menanggapi kasus tersebut, Ngarsa Dalem sudah meminta kepolisian untuk melakukan identifikasi lebih lanjut.

"Saya sudah menyampaikan sama Pak Kapolda untuk melakukan identifikasi yang lebih lanjut," katanya.

"Itu kewajiban pihak kepolisian, dan saya berharap semuanya bisa tetap aman," imbuhnya di Kompleks Kepatihan, pada Minggu (31/08) malam.

Baca Juga: UGM Serukan Gerakan Damai dan Hentikan Kekerasan Dalam Aksi Massa

3. Dugaan adanya kekerasan

Ayah korban, Yoyon Surono, mengungkap adanya dugaan kekerasan yang menjadi penyebab meninggalnya sang anak.

Ia menyebut ada bekas jejakan sepatu lars di tubuh bagian depan dan sekitaran perut bagian anak. Bagian leher belakang korban juga patah.

“Kepala agak bocor juga. Terus ada bekas sabetan tongkat di badan kiri anak saya. Darah sudah menghitam. Muka dan badan basah, rambut tidak keruan,” kata Yoyon kepada media.

4. Keluarga menolak otopsi

Namun, Yoyon menolak dilakukannya otopsi terhadap anaknya.

Pihak keluarga hanya meminta adanya tindakan tegas atau sanksi terhadap pelaku yang menyebabkan kematian anaknya.

Baca Juga: UMY Tegaskan Komitmen Demokrasi dan Tolak Kekerasan dalam Aksi Massa

5. BEM Yogyakarta ungkap kronologi meninggalnya Rheza

Dalam unggahan di Instagram Forum BEM se-DIY, terungkap kronologi meninggalnya Rheza.

Disebutkan pada Ahad 31 Agustus 2025, pada saat aksi demonstrasi besar-besaran yang tengah bergema di Yogyakarta, Rheza turut hadir sebagai bagian dari barisan perjuangan mahasiswa.

Di tengah situasi kacau, motor yang ditungganginya mati ketika hendak berbalik arah.

Tiba-tiba aparat menembakkan gas air mata, membuat Rheza terjatuh.

"Rekannya yang dibonceng berhasil lari menyelamatkan diri, namun Rheza yang tergeletak justru dihampiri oleh polisi-polisi hingga nyawanya tak lagi tertolong," demikian keterangan tertulis BEM se-DIY.

BEM se-DIY pun menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya.

"Semoga Allah SWT melapangkan kuburnya, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkan almarhum di sisi terbaik-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan dan kekuatan."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.