Geliat Usaha Produk Panahan Tradisional Jemparingan Kulon Progo, Ingin Usaha Lebih Dikenal

Akurat.co,Jogja-Di Yogyakarta berkembang permainan panahan tradisional, yang dikenal dengan nama Jemparingan.
Dulunya, Jemparingan merupakan aktifitas panahan yang berkembang dikalangan keraton. Namun setelah era 90an sudah mulai bisa diakses masyarakat. Masyarakat biasa boleh belajar dan melakukannya.
Di Kabupaten Kulon Progo tumbuh salah satu usaha pembuatan produk Jemparingan. Usaha ini bernama JemparingKU, yang beralamat di Ngulakan, Hargorejo, Kokap.
Baca Juga: Setelah Tari Angguk, Tari Sugriwa Subali Kulon Progo Pecahkan Rekor MURI, Libatkan 7.400 Penari
Pemilik usaha JemparingKU, Joko Triyanto menyampaikan bahwa usahanya saat ini berfokus pada produk panahan tradisional.
Harga produk panah JemparingKu berkisar antara Rp350 ribu-Rp1,2 juta, tergantung jenis, bahan, mutu dan permintaan konsumen.
Sebagai perajin, ia berharap produknya bisa lebih dikenal luas lagi. "Llebih mudah untuk memperkenalkan sekaligus juga memasarkan, dan lebih banyak hasil-hasil kerajinan panah ini bisa dikenal dan dipasarkan di masyarakat," harapnya.
Selain membuat produk Jemparingan, ia juga memproduksi prototype panahan prestasi.
Mendapat dukungan dari Pemkab Kulon Progo
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo mendorong upaya pelestarian dan pengembangan potensi seni budaya lokal Jemparingan.
"Jemparingan sudah menjadi ikon budaya di Kulon Progo, sudah sepatutnya menjadi tugas kita semua untuk mengangkat, mempublikasikan dan menyebarluaskan tradisi permainan, olah raga tradisional ini kepada khalayak," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Kulon Progo, Agung Kurniawan, S.IP., M.Si.
Baca Juga: Gunung Gajah, Destinasi Wisata Alternatif dengan View Alam yang Apik di Kulon Progo
Sekjen Jemparing Bandul Nusantara yang sekaligus juga Kepala Dinas Kebudayaan(kundho kabudayan) Kabupaten Kulon Progo, Joko Mursito menyampaikan, jemparingan yang sekarang sedang digalakkan dan dikembangkan adalah jemparingan gagrak mataram, yang berkiblat pada kasultanan mataram.
Lebih lanjut, Joko mengatakan pihaknya saat ini terus melakukan berbagai upaya untuk melestarikan dan mengembangkan jemparingan, tidak hanya sekedar sebagai wujud seni budaya namun menjadi ajang atraksi wisata budaya dan sekaligus juga sebagai olah raga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dosen dan Mahasiswa UAJY Sabet Juara 1 di Konferensi Asia Singapura
- 2UIN Sunan Kalijaga Peringkat 2 Kampus Terbaik Indonesia versi WUR 2027
- 3Jajan Oleh-Oleh Khas Bantul di Geplak Mbok Tumpuk, Peyek Tumpuknya Legend
- 4Gedung Baru DPRD DIY, Progres Pekan ke-81 Tembus 91 Persen
- 5Proses Pergantian Kapolri Berlangsung Kilat, Ini Kata Pakar UMY
- 6PLN DIY Dorong Mahasiswa Pahami Transisi Energi
- 7Saling Salip di Tikungan Akhir Jepang, Badly Ayatullah Persembahkan Podium IM4AC 2026
- 8Rumaket 2026, Cara Pemkot Yogya Dekatkan Wayang ke Gen Z
- 9Gedung Baru DPRD DIY, Progres Pekan ke-81 Tembus 91 Persen
- 10Proses Pergantian Kapolri Berlangsung Kilat, Ini Kata Pakar UMY





