Jogja

Dibuat dengan AI, Film Pahlawan Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa Pukau Penonton di Hari Pahlawan

M. Mubin Wibawa | 11 November 2025, 08:05 WIB
Dibuat dengan AI, Film Pahlawan Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa Pukau Penonton di Hari Pahlawan

Akurat.co,Jogja-Film kepahlawanan yang dibuat menggunakan teknologi AI, Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa memukau penonton saat pemutaran di Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025).

Pemutaran dilakukan di Taman Budaya Embung Giwangan. Waki Wali Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan menjadi salah satu yang hadir dan mengapresiasi film tersebut.

Produser film, King Bagus, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan eksperimen kreatif untuk menggabungkan teknologi dan sejarah.

“Kami ingin menunjukkan bahwa AI bukan ancaman, melainkan alat untuk melestarikan nilai-nilai kepahlawanan dan memperkenalkan kisah perjuangan Pangeran Diponegoro kepada dunia dengan cara baru,” ungkapnya dilansir dari laman resmi Pemkot Jogja.

Baca Juga: Upacara Hari Pahlawan di Kabupaten Bantul, Bacakan Pesan Raden Dewi Sartika dan HOS Cokroaminoto

Wawan mengatakan, karya tersebut sangat istimewa karena diputar bertepatan dengan Hari Pahlawan.

"Film ini menjadi bukti bahwa teknologi kecerdasan buatan dapat menghadirkan karya sinematik yang inovatif,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi AI dalam bidang seni dan film membuka peluang besar bagi generasi kreatif untuk terus berinovasi.

“Ke depan, animasi berbasis AI bisa menjadi sesuatu yang berkembang pesat dan mampu bersaing. Acara hari ini sangat spesial karena menunjukkan sinergi dan kolaborasi yang kuat.

Pemerintah Kota tentu sangat mendukung para seniman, sineas, dan pelaku kreatif yang luar biasa agar menjadikan AI sebagai peluang untuk berkembang,” katanya.

Sementara itu, Direktur Direktorat Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Syaifullah Agam, menyatakan komunitas film di Yogyakarta sangat kuat, dengan ditayangkannya film Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa.

Baca Juga: DPRD DIY Tanggapi Wacana Pemda yang Bakal Optimalkan Pemanfaatan Aset untuk Menaikkan PAD

“Jadi jangan sampai kita memandang AI sebagai musuh. Ingat saja waktu munculnya ojek online, dulu banyak yang menolak, tapi akhirnya tidak bisa dibendung. Begitu juga dengan AI, kita perlu belajar bagaimana memanfaatkan berbagai tools yang ada untuk berkarya dan berinovasi,” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan AI bisa menjadi solusi untuk efisiensi produksi karya kreatif, termasuk film dan animasi.

“Kalau kita membuat animasi konvensional, biayanya bisa mencapai puluhan miliar rupiah. Tapi dengan bantuan berbagai tools AI, proses itu bisa lebih terjangkau dan tetap berkualitas,” ujarnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.