Jogja

Peringatan Hari AIDS 2025, Pemkot Jogja Kembali Tegaskan Komitmen Akhiri Kasus pada 2030

M. Mubin Wibawa | 3 Desember 2025, 08:05 WIB
Peringatan Hari AIDS 2025, Pemkot Jogja Kembali Tegaskan Komitmen Akhiri Kasus pada 2030

Akurat.co,Jogja-Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kembali menegaskan komitmen mengakhiri kasus HIV/AIDS pada 2030 mendatang.

Komitmen ini disampaikan saat Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 di Grha Pandawa Balai Kota Yogyakarta, Selasa (2/12).

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menekankan, target mengakhiri kasus AIDS pada 2030 harus diwujudkan melalui sinergi lintas sektor dan tidak hanya menjadi slogan.

Baca Juga: Kasus HIV Masih Tinggi, Pemkot Jogja Targetkan Nol Kasus pada 2030

Menurut catatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta sejak tahun 2004 hingga TW III 2025, terdapat 1.777 kasus HIV positif dan 340 kasus AIDS yang mendapat layanan di fasilitas kesehatan di Kota Yogya.

Dengan sekitar dua pertiga penderita yang berobat di kota ini bukan warga Kota Yogyakarta secara administratif, sehingga layanan yang diberikan Pemkot turut memberi manfaat bagi kabupaten sekitar.

“Pendataan dilakukan berdasarkan fakta di lapangan, sehingga program penanggulangan di Kota Yogyakarta juga ikut membantu kabupaten sekitar. Ini menjadikan penanganan di kota sangat strategis,” jelas Hasto.

Ia juga menegaskan bahwa data HIV/AIDS harus tetap disampaikan kepada publik secara agregat untuk meningkatkan kewaspadaan, tanpa menyebut identitas pasien.

“Data tidak boleh dimatikan. Harus dihidupkan agar masyarakat waspada. Yang penting tidak menyebut nama dan alamat,” tegasnya.

Salah satu wujud kolaborasi menangani kasus HIV/AIDS adalah penandatanganan komitmen mewujudkan layanan HIV dan AIDS Inklusif bersama Unit Pelayanan Kesehatan Masyarakat (UPKM) Bethesda YAKKUM.

Penandatanganan komitmen dilakukan Direktur UPKM Bethesda YAKKUM, Wahyu Priosaptono serta beberapa stakeholder terkait seperti Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, Yayasan Kebaya, dan PKBI Kota Yogya.

Hasto Wardoyo menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kehadiran serta kerja sama antara Pemkot Yogyakarta dan YAKKUM.

Ia menegaskan bahwa isu HIV/AIDS harus mendapat perhatian serius karena dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia, satu-satunya sumber daya utama yang dimiliki Kota Yogyakarta.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Libatkan Gen Z Jadi Agen Perubahan Program JKN

Direktur UPKM Bethesda YAKKUM, Wahyu Priosaptono, menyampaikan bahwa sinergi yang terbangun dengan Pemkot Yogyakarta menjadi energi penting dalam upaya percepatan penanggulangan HIV/AIDS.

Menurutnya, kolaborasi adalah cara terbaik menghadapi berbagai keterbatasan dalam pelaksanaan program.

“Dengan kerja sama dan sinergi, tercipta semangat baru. Upaya-upaya kita ke depan diharapkan lebih baik, termasuk menekan diskriminasi. Semoga apa yang kita lakukan memberikan manfaat dan energi baru bagi sinergi kita,” jelas Wahyu.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.