Keroncong di Jogja Digemari Anak Muda, Ini Cara Seniman Melestarikannya

Akurat.co,Jogja-Siapa bilang musik keroncong ditinggalkan generasi muda. Di Jogja, musik ini malah mulai menemukan tempatnya di telinga kamu muda.
Bahkan kelompok musik keroncong kini mulai diisi para anak muda.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengapresiasi tingginya antusiasme generasi muda terhadap musik keroncong.
Ia menilai komunitas keroncong yang tumbuh saat ini sangat luar biasa dan patut mendapat perhatian serius.
Baca Juga: 5 Potret Kidung Pertiwi: Harmoni Musik, Alam, dan Budaya di Hutan Pinus Mangunan
“Kelompok-kelompok keroncong ini sangat luar biasa. Apalagi untuk anak-anak muda kita. Bahkan ada yang berkeliling ke berbagai tempat untuk sosialisasi musik keroncong. Ini patut kita apresiasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perkembangan keroncong di Kota Yogyakarta yang cukup pesat, baik keroncong klasik maupun alternatif.
Menurutnya, hampir di setiap kampung terdapat aktivitas latihan keroncong, namun masih membutuhkan ruang interaksi dan wadah yang terorganisasi.
Wadah organisasi
Salah satu cara melestarikannya adalah dengan membentuk organisasi. Di Jogja baru saja diresmikan Asosiasi Keroncong Djokjakarta (AKDjok), Kamis (15/1) lalu.
Sementara itu, Ketua AKDjok, Suroso Khocil Birawa menjelaskan, AKDjok hadir sebagai ruang interaksi, berbagi pengalaman, dan berkarya bersama.
“Kami punya program rutin sebulan sekali sebagai ruang edukasi dan ekspresi keroncong setiap tanggal 15.
Tagline kami adalah edukasi dan kreasi keroncong. Kami juga mendapat dukungan ruang dari Bentara Budaya,” jelasnya.
Suroso menambahkan, AKDjok terinspirasi dari konsistensi komunitas jazz yang mampu menggelar pertunjukan rutin selama puluhan tahun.
Ia berharap keroncong di Kota Yogyakarta bisa berkembang dan berkelanjutan dengan dukungan semua pihak.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Prinsip kami mari bareng-bareng membangun keroncong agar terus berkembang di Yogyakarta,” katanya.
Baca Juga: Pesona Hamparan Sawah Nanggulan Kulon Progo yang Bikin Rehat Sejenak dari Riuh Kota
Salah satu budayawan Jogja, Dr. Sindhunata menilai, keroncong sebagai sebuah pencapaian budaya yang luar biasa.
“Ini penemuan yang luar biasa. Kita mampu memainkan gitar, cello, ukulele, dan lainnya dalam spirit kebudayaan kita sendiri,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dosen dan Mahasiswa UAJY Sabet Juara 1 di Konferensi Asia Singapura
- 2UIN Sunan Kalijaga Peringkat 2 Kampus Terbaik Indonesia versi WUR 2027
- 3Jajan Oleh-Oleh Khas Bantul di Geplak Mbok Tumpuk, Peyek Tumpuknya Legend
- 4Gedung Baru DPRD DIY, Progres Pekan ke-81 Tembus 91 Persen
- 5Proses Pergantian Kapolri Berlangsung Kilat, Ini Kata Pakar UMY
- 6PLN DIY Dorong Mahasiswa Pahami Transisi Energi
- 7Saling Salip di Tikungan Akhir Jepang, Badly Ayatullah Persembahkan Podium IM4AC 2026
- 8Rumaket 2026, Cara Pemkot Yogya Dekatkan Wayang ke Gen Z
- 9Gedung Baru DPRD DIY, Progres Pekan ke-81 Tembus 91 Persen
- 10Proses Pergantian Kapolri Berlangsung Kilat, Ini Kata Pakar UMY









