Jogja

Program Emberisasi Sampah Organik Basah, Pemkot Jogja Targetkan 50 Ton per Hari

M. Mubin Wibawa | 27 Januari 2026, 07:23 WIB
Program Emberisasi Sampah Organik Basah, Pemkot Jogja Targetkan 50 Ton per Hari

Akurat.co,Jogja-Sejumlah program pengolahan sampah dilaksanakan Pemkot Jogja. Program emberisasi sampah organik basah menjadi salah satunya.

Pemkot Jogja menargetkan dapat mengolah sampah organik basah mencapai 50 ton per hari pada 2026 ini.

Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dan Pengawasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Supriyanto menjelaskan saat ini pengelolaan sampah organik basah dalam sehari rata-rata sudah mencapai sekitar 1.100 ember atau setara 27,5 ton.

Sampah organik itu lalu disalurkan ke mitra off taker peternak.

Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Targetkan 1.000 Biopori untuk Pengolahan Sampah Organik

Sedangkan penjemputan sampah organik kering seperti daun, sapuan jalan, tebangan pohon sudah sekitar 3 truk per hari atau setara 7,5 ton.

Total ada 45 titik penjemputan sampah organik di Kota Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menargetkan pengelolaan sampah organik basah sampai 50 ton atau sekitar 2.000 ember.

“Itu yang harapan saya kita tingkatkan terus. Kalau sampai seberapa banyak, target saya sampah organiknya bisa sampai 50 ton organik basah.

Itu targetnya kita bisa menguasai organik kering dan organik basah,” paparnya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Selasa (27/1/2026)

Hasto menyatakan untuk pengelolaan sampah organik kering dilakukan penjemputan di wilayah.

Kemudian dikelola Pemkot Yogyakarta di unit pengolahan pupuk organik di beberapa lokasi seperti di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta.

Selain itu Pemkot Yogyakarta juga dalam proses penyiapan unit pengolahan pupuk organik di Tegalrejo dan Tegalgendu.

Baca Juga: Mengenal Jumilah yang Bikin Kota Jogja Bersih dari Sampah

Pemkot Yogyakarta telah membagikan ribuan ember untuk menampung sampah organik basah kepada penggerobak di 45 kelurahan.

Para penggerobak mengambil sampah organik basah di rumah tangga atau masyarakat yang dikumpulkan dalam galon-galon bekas.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.