Jogja

Hadirkan Suasana Nyaman dan Kekinian, Perpustakaan di Jogja Makin Diminati Pelajar dan Mahasiswa

M. Mubin Wibawa | 27 Januari 2026, 09:05 WIB
Hadirkan Suasana Nyaman dan Kekinian, Perpustakaan di Jogja Makin Diminati Pelajar dan Mahasiswa

Akurat.co,Jogja-Perpustakaan di Kota Jogja makin diminati kalangan pelajar dan mahasiswa.

Inovasi layanan, suasana, dan tampilan kekininan membuat minat mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat untuk ke perpustakaan menunjukkan peningkatan.

Sepanjang tahun 2025 163.210 pengunjung mendatangi perpustakaan di Kota Jogja.

Jumlah tersebut berasal dari layanan Perpustakaan Kotabaru sebanyak 66.250 kunjungan.

Baca Juga: OTW Ramen Jogja, Rasa Otentik Jepang dengan Perpustakaan Mini Komik Khas Negeri Sakura

Perpustakaan Pevita 21.959 kunjungan, serta layanan perpustakaan keliling yang mencatat 75.001 kunjungan.

Kepala Bidang Pengelolaan Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Gemar Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Yogyakarta, Nunun Zulaikha, menyampaikan capaian tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2024.

“Kalau dibandingkan dengan tahun 2024, jumlah kunjungan ini naik. Peningkatan ini sejalan dengan target kunjungan yang sudah direncanakan serta strategi untuk menarik minat masyarakat,” ujar Nunun dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Selasa (27/1/2026).

Inovasi layanan dan program menarik

Salah satu faktor pendukung kenaikan kunjungan adalah perpanjangan jam operasional perpustakaan hingga pukul 20.00 WIB pada Senin sampai Kamis.

Layanan ini terutama dimanfaatkan oleh pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan ruang belajar di luar jam kerja.

“Dengan tambahan jam malam memang ada kenaikan, meskipun pemanfaatannya sesuai kebutuhan masyarakat. Umumnya digunakan untuk mengerjakan tugas,” jelasnya.

Selain perpanjangan jam operasional, DPK Kota Yogyakarta juga memperkaya variasi layanan.

Program Seruni dikembangkan sebagai media promosi buku pilihan melalui konten kurasi di media sosial, di mana pustakawan mengulas isi dan keunggulan buku untuk meningkatkan minat baca.

DPK juga terus mengembangkan layanan unggulan Gantari sebagai pusat literasi naskah kuno dan budaya lokal.

Berbagai kelas dibuka, seperti Aksara Jawa, Arab Pegon, Iluminasi, dan Macapat, untuk memperkuat peran perpustakaan dalam pelestarian budaya.

Sementara itu, Perpustakaan Pevita yang dibranding sebagai perpustakaan anak turut berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan. Sekitar 70 persen layanannya difokuskan untuk anak dan 30 persen untuk umum.

Baca Juga: Pemkot Jogja Ajak Anak-anak Liburan di Perpustakaan, Bikin Wayang Kertas hingga Mendongeng

“Dengan branding ini kami berharap kunjungan anak semakin meningkat, apalagi didukung fasilitas dan ruang yang lebih luas dan nyaman,” kata Nunun.

“Perpustakaan bukan hanya tempat meminjam buku, tetapi ruang belajar bersama yang inklusif dan rekreatif bagi semua lapisan masyarakat,” tegas Nunun.

Selain itu, gerakan sumbang buku dikembangkan melalui program Rotate Your Book, yakni menukarkan buku layak baca milik masyarakat dengan buku hasil donasi, guna memperluas akses bacaan dan mendukung pemanfaatan ulang.

“Perpustakaan kami harapkan menjadi ruang belajar tanpa sekat, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Kota Yogyakarta,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.