Akurat.co, Jogja - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul melaporkan, sejumlah bangunan rusak akibat gempa yang mengguncang Yogyakarta, Selasa (27/01/2026).
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, data sementara hingga sore hari menunjukkan beberapa bangunan terdampak gempa dengan kategori rusak ringan.
"Data masih bersifat sementara. Namun untuk kerusakan kategorinya ringan," katanya.
Berdasarkan hingga pukul 16.30 WIB, kerusakan terjadi di Pedukuhan Ngasem RT/RW 03/14 Ngalang Gedangsari. Dimana atap bangunan rusak.
Baca Juga: LINDU! Berpusat di Bantul, Ada 14 Gempa Susulan
Berikut datanya :
1. Balai Padukuhan Ngasem RT03/RW14, Ngalang, Gedangsari Kerusakan pada atap bangunan kerugian Rp 2.000.000.
2. Subarno Pagutan RT06/RW08, Pengkol, Nglipar Kerusakan pada atap rumah kerugian Rp 200.000
3. Mushola Al Iklhas Pagutan RT05/RW08, Pengkol, Nglipar Kerusakan pada atap dan dinding retak kerugian Rp 1.000.000.
4. Tarti Pagutan RT05/RW08, Pengkol, Nglipar kerusakan pada atap rumah kerugian Rp 200.000.
Baca Juga: Penambang Pasir Kulon Progo Tunggu Aturan Penggunaan Alat Berat
5. Teguh Pagutan RT06/RW08, Pengkol, Nglipar kerusakan pada atap rumah herugian Rp 200.000.
6. Balai Padukuhan Pagutan RT07/08, Pengkol, Nglipar kerusakan pada atap kerugian Rp 200.000.
7. Mursini Pagutan RT05/RW08, Pengkol, Nglipar kerusakan pada atap rumah kerugian Rp 200.000.
"Total kerugian akibat gempa sekitar Rp 4 juta. Perbaikan secara mandiri oleh warga karena dampak tergolong ringan," jelasnya.
Assessment masih dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gunungkidul segera pihak terkait untuk meminimalisir baik dampak maupun korban.
Baca Juga: Warga Jogja dan Sekitarnya Kembali Rasakan Gempa, Begini Penjelasan BMKG
Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, gempa tektonik mengguncang wilayah Bantul, Selasa (27/01/2026) pukul 13.15.32 WIB.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M4.5.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7.87 LS; 110.49 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 16 kilometer ke arah timur Bantul dengan kedalaman 11.0 km.
"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak," kata Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dosen dan Mahasiswa UAJY Sabet Juara 1 di Konferensi Asia Singapura
- 2UIN Sunan Kalijaga Peringkat 2 Kampus Terbaik Indonesia versi WUR 2027
- 3Jajan Oleh-Oleh Khas Bantul di Geplak Mbok Tumpuk, Peyek Tumpuknya Legend
- 4Proses Pergantian Kapolri Berlangsung Kilat, Ini Kata Pakar UMY
- 5Gedung Baru DPRD DIY, Progres Pekan ke-81 Tembus 91 Persen
- 6PLN DIY Dorong Mahasiswa Pahami Transisi Energi
- 7Saling Salip di Tikungan Akhir Jepang, Badly Ayatullah Persembahkan Podium IM4AC 2026
- 8Rumaket 2026, Cara Pemkot Yogya Dekatkan Wayang ke Gen Z
- 9Gedung Baru DPRD DIY, Progres Pekan ke-81 Tembus 91 Persen
- 10Proses Pergantian Kapolri Berlangsung Kilat, Ini Kata Pakar UMY










