Ketua DPC PKB Jogja: Mohon Maaf Partai Ini Penuh Keprihatinan

Akurat.co,Jogja- Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kota Yogyakarta, Solihul Hadi menyebut partainya adalah contoh perjuangan dan keprihatinan.
Hal itu disampaikannya saat kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab)
DPC PKB di Hotel Museum Batik Yogyakarta, Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, keprihatinan dan perjuangan itu tercermin dari fakta bahwa selama 20 tahun atau 4 periode sebelumnya PKB tidak mendapatkan kursi DPRD Kota Yogyakarta.
Baca Juga: DPRD DIY Dorong Pemda Beri Perhatian Masa Depan Putra Praka Farizal Romadhon yang Gugur di Lebanon
"Namun pada periode saat ini bisa mendapat 2 kursi di DPRD Kota Yogyakarta," ungkapnya.
Pada muscab yang dihadiri Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo tersebut, Solihul juga meminta maaf karena tempat yang disediakan sempit atau sumpek.
"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau tempatnya mungkin sumpek (sempit) ini potret partai PKB ini penuh dengan keprihatinan," katanya.
Meski begitu, Solihul menungkap partainya ke depan akan berjuang lebih keras lagi agar bisa memberikan manfaat yang lebih besar.
Suasana muscab PKB Kota Jogja. (foto: dok.pemkot diy)
Sementara itu, Hasto Wardoyo justru mengapresiasi kesederhanaan yang tercermin dari penyelenggaraan muscab PKB Kota Jogja.
"Kami, pemkot, ikut senang dan mendukung dengan gembira terhadap muscab Partai Kebangkitan Bangsa (Kota Yogya) yang diselenggarakan dengan cara yang sederhana," kata Hasto.
Baca Juga: Haul 5 Ulama, DPW PKB DIY Ingatkan Perjuangan Para Kiai Pendahulu
Meski demikian hal itu tidak menyederhanakan makna, karena buktinya perwakilan partai politik di DPRD Kota Yogyakarta semua hadir dalam muscab DPC PKB Kota Yogyakarta.
Hal itu membuat kegiatan muscab menjadi luar biasa.
"Sesuatu yang diselenggarakan dengan cara sederhana itu justru hasilnya sangat efektif. Apalagi sekarang ini imbauannya memang kita harus menyederhanakan semua," paparnya.
Hasto menilai kesederhanaan akan memudahkan dalam menyelesaikan masalah.
Baca Juga: Merujuk Hasil Pemilu 2024, PKB Tegaskan Bukan Sekedar Partai Jawa
Dicontohkan guru Matematika, Fisika, semua menyelesaikan masalah dengan langkah pertama adalah disederhanakan.
Namun terkadang masalah intinya itu sederhana tapi dibesar-besarkan, akhirnya masalahnya tidak kelihatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sukses Jual 1.000 Unit V23, iCAR Hadir di Sleman Yogyakarta
- 2Keren, Rasio Ketersediaan Darah PMI Kota Jogja Tertinggi se-Indonesia
- 3Penumpang KA Jarak Jauh Daop 6 Yogyakarta Tembus 10,5 Juta
- 4Diva Maulana hingga Oscar Prasetyo Berjaya di Kraton Cup XXVIII 2026
- 5Batas Kelurahan Sleman Tuntas 100%, Sejarah Baru Bagi DIY?
- 6Senator DIY Syauqi Soeratno Harapkan PSIM Bisa Berkandang di Mandala Krida Musim Depan
- 7TKD DIY Anjlok Drastis, Dana Desa 2026 Dipangkas 74 Persen!
- 8Pelajar Kota Jogja Beradu Kreativitas dan Imajinasi melalui Mural
- 9Batas Kelurahan Sleman Tuntas 100%, Sejarah Baru Bagi DIY?
- 10Pelajar Kota Jogja Beradu Kreativitas dan Imajinasi melalui Mural





