Jogja

Cuaca Ekstrem Landa Kota Jogja, BPBD Minta Masyarakat Waspada

Haris Ma'ani | 7 April 2026, 09:02 WIB
Cuaca Ekstrem Landa Kota Jogja, BPBD Minta Masyarakat Waspada
Cuaca esktrem mengakibatkan salah satunya pohon tumbang di Kota Jogja. (foto: pemkot jogja)

Akurat.co,Jogja- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta meminta masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem yang saat ini terjadi.

Cuaca di Kota Yogyakarta mengalami perubahan yang cukup signifikan, mulai dari panas terik hingga hujan deras disertai angin kencang.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK & DIKK) BPBD Kota Yogyakarta, Darmanto mengatakan, dampak dari cuaca tersebut beberapa di antaranya adalah angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan atap rumah.

Baca Juga: Antisipasi Dampak Kemarau Panjang, Komisi A Perkuat Koordinasi dengan BMKG

"Terutama saat hujan deras datang secara tiba-tiba setelah cuaca panas,” jelasnya, dikutip dari laman resmi pemkot, Selasa (7/4/2026).

Karena itu, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko akibat cuaca yang tidak menentu.

Selain itu, hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat juga berpotensi menimbulkan genangan air hingga banjir lokal, khususnya di wilayah dengan sistem drainase terbatas.

Warga yang tinggal di bantaran sungai juga diminta lebih waspada terhadap kemungkinan kenaikan debit air secara mendadak.

Ia juga mengingatkan adanya potensi longsor skala kecil, seperti talud ambrol atau tebing sungai yang labil akibat kondisi tanah jenuh air setelah hujan berulang.

“Tidak kalah penting, risiko petir dan cuaca ekstrem lainnya juga dapat membahayakan aktivitas masyarakat di luar ruangan,” ungkapnya.

Baca Juga: BMKG DIY Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Hingga 28 Februari 2026

Selain itu, BPBD Kota Yogyakarta juga melakukan pemantauan kondisi cuaca dan tinggi muka air sungai secara real-time, khususnya di Sungai Code, Winongo, dan Gajahwong sebagai bagian dari sistem peringatan dini.

Pihaknya juga menginstruksikan personel dan Tim Reaksi Cepat (TRC) aktif selama 24 jam guna merespons secara cepat berbagai kejadian darurat seperti pohon tumbang maupun genangan air.

"Di mana, sudah tercatat diawal bulan April 2026 ini jumlah pohon tumbang sebanyak empat pohon," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.