Jogja

Cerita Para Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Beri Memori Baik untuk Buah Hati

Haris Ma'ani | 14 Juli 2026, 10:02 WIB
Cerita Para Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Beri Memori Baik untuk Buah Hati
Momen ayah mengantar dan menunggui anaknya bersekolah di salah satu institusi pendidikan usia dini Kota Jogja.(fot: pemkot jogja)

Akurat.co,Jogja-Martin Hari Saputra (40) berprofesi sebagai pekerja lepas di Kota Jogja.

Karena pekerjaannya, ia bisa lebih fleksibel mengatur waktu.

Termasuk pagi itu, Senin (13/7/2026), bisa mengantar putrinya,Icha menuju ke sekolah di TK ABA Karangkajen Yogyakarta.

"Karena pekerjaan saya freelance, waktunya memang lebih banyak di rumah. Jadi ini kegiatan yang menyenangkan, bisa keluar rumah sekaligus mengantar anak," ujarnya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.

Awalnya ia mengira mengantar anak di hari pertama sekolah hanyalah kebiasaan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Cerita Wali Kota Jogja Ambil Raport Anaknya yang SMA, Ungkap Dinasihati Guru

Namun setelah mengetahui adanya ajakan khusus agar ayah turut mengantar anak, ia justru melihat makna yang lebih dalam.

Martin menyebut momen tersebut membuatnya jadi lebih dekat dengan anak.

"Apalagi ini anak pertama. Saya ingin tahu perkembangan dia seperti apa. Yang penting saya ingin memberi memori yang baik buat dia," katanya.

Icha sendiri senang-senang saja diantar ayah di hari pertamanya masuk sekolah.

Meski, ketika harus memilih, dengan polos menjawab lebih suka diantar mama atau ibunya.

"Aku paling suka diantar sama Mama. Tapi juga sama Papa senang,” katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta, Agus Trimadi, mengatakan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah merupakan inisiatif nasional yang bertujuan mendorong para ayah meluangkan waktu mengantar anak, terutama pada hari pertama masuk sekolah.

Melalui surat edaran yang diteruskan Pemerintah Kota Yogyakarta bersama DP3AP2KB kepada seluruh satuan pendidikan, gerakan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat hubungan emosional antara ayah dan anak.

"Ini bagian dari momen penting untuk mendekatkan hubungan emosional dan memberikan rasa aman kepada anak saat memasuki lingkungan sekolah yang baru," jelas Trimadi.

Baca Juga: Temuan BKKBN, 25% Anak Indonesia Mengalami Fatherless

Menurutnya, kehadiran ayah akan meningkatkan rasa percaya diri anak sekaligus membuat mereka merasa lebih aman dan nyaman ketika menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

"Kalau ada ayah yang mengantar, anak akan merasa bangga dan lebih percaya diri," ujarnya.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.