Cerita Para Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Beri Memori Baik untuk Buah Hati

Akurat.co,Jogja-Martin Hari Saputra (40) berprofesi sebagai pekerja lepas di Kota Jogja.
Karena pekerjaannya, ia bisa lebih fleksibel mengatur waktu.
Termasuk pagi itu, Senin (13/7/2026), bisa mengantar putrinya,Icha menuju ke sekolah di TK ABA Karangkajen Yogyakarta.
"Karena pekerjaan saya freelance, waktunya memang lebih banyak di rumah. Jadi ini kegiatan yang menyenangkan, bisa keluar rumah sekaligus mengantar anak," ujarnya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.
Awalnya ia mengira mengantar anak di hari pertama sekolah hanyalah kebiasaan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Cerita Wali Kota Jogja Ambil Raport Anaknya yang SMA, Ungkap Dinasihati Guru
Namun setelah mengetahui adanya ajakan khusus agar ayah turut mengantar anak, ia justru melihat makna yang lebih dalam.
Martin menyebut momen tersebut membuatnya jadi lebih dekat dengan anak.
"Apalagi ini anak pertama. Saya ingin tahu perkembangan dia seperti apa. Yang penting saya ingin memberi memori yang baik buat dia," katanya.
Icha sendiri senang-senang saja diantar ayah di hari pertamanya masuk sekolah.
Meski, ketika harus memilih, dengan polos menjawab lebih suka diantar mama atau ibunya.
"Aku paling suka diantar sama Mama. Tapi juga sama Papa senang,” katanya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta, Agus Trimadi, mengatakan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah merupakan inisiatif nasional yang bertujuan mendorong para ayah meluangkan waktu mengantar anak, terutama pada hari pertama masuk sekolah.
Melalui surat edaran yang diteruskan Pemerintah Kota Yogyakarta bersama DP3AP2KB kepada seluruh satuan pendidikan, gerakan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat hubungan emosional antara ayah dan anak.
"Ini bagian dari momen penting untuk mendekatkan hubungan emosional dan memberikan rasa aman kepada anak saat memasuki lingkungan sekolah yang baru," jelas Trimadi.
Baca Juga: Temuan BKKBN, 25% Anak Indonesia Mengalami Fatherless
Menurutnya, kehadiran ayah akan meningkatkan rasa percaya diri anak sekaligus membuat mereka merasa lebih aman dan nyaman ketika menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
"Kalau ada ayah yang mengantar, anak akan merasa bangga dan lebih percaya diri," ujarnya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 15 Fakta Penting Demo 2 Tahun Prabowo Gibran di Jogja, Berakhir Rusuh, Massa Duduki DPRD hingga Malam
- 2Muhammadiyah Desak Hukum Tegas Pelaku Karhutla Tanpa Pandang Bulu
- 3Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar
- 4Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
- 5Hasil BRI Super League: Kalah 5 Laga Beruntun, PSIM Ingin Bangkit di Laga Berikut
- 6Yashinta: Ekonomi Kreatif DIY Terhambat Perda
- 7Lahan UPN Yogyakarta yang Kena Tol Tiba-tiba Bertambah, Rektor Buka Suara
- 8Waspada! Satu dari 5 Anak Indonesia Alami Obesitas, Dosen UMY Ungkap Penyebabnya
- 9Stok BBM Sleman Diklaim Aman 7 Kali Lipat, Pemkab Minta Warga Tak Panic Buying
- 10Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya





