Cerita di Balik Job Fair Jogja, Ada yang Sudah Kerja Nyari yang Pas, sampai Pencari Kerja Disabilitas

Akurat.co,Jogja-Suasana riuh berlangsung di Gedung Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Kampus Yogyakarta, Rabu (15/6/2026).
Hari itu adalah pembukaan Job Fair Kota Jogja 2026. Menyediakan 3.000 lowongan kerja dari 29 perusahaan, kegiatan ini berlangsung sampai Kamis (16/7/2026).
Di antara pengunjung, ada Sinta Dias dan Yoana. Mereka sebenarnya telah memiliki pengalaman bekerja di bidang business development dan marketing.
Mereka mengaku datang untuk mencari peluang karier yang lebih sesuai dengan kompetensi dan pengalaman yang dimilikinya.
Baca Juga: 2.000 Loker Tersedia di Job Fair Jogja 2026, Catat Tanggalnya!
"Job Fair seperti ini sangat bermanfaat, terutama untuk orang-orang yang sedang mencari pekerjaan maupun fresh graduate.
Perusahaan yang hadir juga cukup menarik karena ada beberapa yang sudah kami kenal, tetapi ada juga perusahaan baru yang sebelumnya belum kami ketahui," kata Sinta.
Sementara Yoana, baru saja mengundurkan diri dari pekerjaannya.
Setelah tiga tahun bekerja, ia kembali menjadi pencari kerja dan mengaku kegiatan seperti ini memberikan harapan baru.
"Harapannya semoga melalui Job Fair ini semakin banyak orang yang mendapatkan pekerjaan. Saya sendiri baru resign, jadi acara seperti ini benar-benar membantu karena bisa melihat banyak pilihan lowongan dalam satu tempat," ungkapnya.
Cerita lain disampaikan Alamsyah Putra. Lulusan Hubungan Internasional ini datang dengan satu harapan sederhana, menemukan peluang kerja yang dapat menjadi langkah awal mewujudkan cita-citanya berkarier, bahkan hingga ke luar negeri.
"Kalau ada Job Fair seperti ini lebih enak karena kita bisa bertemu langsung dengan perusahaan. Jadi lebih tahu perusahaan mana yang sedang membutuhkan karyawan dan seperti apa kualifikasi yang dicari," ungkapnya.
Loker bagi penyandang disabilitas
Dalam kesempatan ini, Pemkot Jogja juga memberikan penghargaan kepada 10 perusahaan yang dinilai telah membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Perusahaan penerima apresiasi tersebut yakni Rumah Sakit Happy Land, Rumah Sakit Panti Rapih, Mana Kampus, PT Mindo Solution, PT Budi Makmur Jaya Murni.
Pamela Supermarket, Hotel Cordela Kartika Dewi Malioboro Yogyakarta, The Alana Hotel Malioboro Yogyakarta, PT Gardena Graha, dan Concentrix Services Indonesia Yogyakarta.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Pelaksana Tugas Asisten Kesejahteraan Masyarakat Setda Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho.
Ia menegaskan hal itu sebagai bentuk komitmen Pemkot Jogja dalam mewujudkan dunia kerja yang inklusif dengan memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh kesempatan kerja sesuai kompetensi yang dimiliki.
"Penyandang disabilitas memiliki kemampuan, keterampilan, semangat, dan potensi yang sama untuk berkontribusi. Kota Yogyakarta terus menuju kota yang inklusif, sehingga kesempatan kerja harus diberikan berdasarkan kompetensi," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga mengajak para pencari kerja memanfaatkan Job Fair secara optimal dengan mempersiapkan dokumen lamaran, portofolio, hingga kemampuan berkomunikasi saat bertemu perekrut.
Baca Juga: Kerja sama dengan Pemkot, Balai Pemasyarakatan Kelas I Jogja Terapkan Pidana Sosial
"Kenali perusahaan yang hadir, pelajari kualifikasi yang dibutuhkan, siapkan CV, portofolio, dan yakinkan HRD bahwa Anda memiliki kompetensi yang dibutuhkan.
Jangan mudah berkecil hati ketika persaingan tinggi. Tetap optimistis dan terus mencoba," pesannya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 15 Fakta Penting Demo 2 Tahun Prabowo Gibran di Jogja, Berakhir Rusuh, Massa Duduki DPRD hingga Malam
- 2Muhammadiyah Desak Hukum Tegas Pelaku Karhutla Tanpa Pandang Bulu
- 3Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
- 4Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar
- 5Hasil BRI Super League: Kalah 5 Laga Beruntun, PSIM Ingin Bangkit di Laga Berikut
- 6Yashinta: Ekonomi Kreatif DIY Terhambat Perda
- 7Lahan UPN Yogyakarta yang Kena Tol Tiba-tiba Bertambah, Rektor Buka Suara
- 8Waspada! Satu dari 5 Anak Indonesia Alami Obesitas, Dosen UMY Ungkap Penyebabnya
- 9Stok BBM Sleman Diklaim Aman 7 Kali Lipat, Pemkab Minta Warga Tak Panic Buying
- 10Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya





