Wakil Ketua DPRD DIY Ajak Guru PAUD Manfaatkan Ekonomi Digital

Akurat.co, Jogja - Wakil Ketua DPRD DIY Imam Taufik mengajak guru PAUD di Kabupaten Gunungkidul untuk memanfaatkan peluang ekonomi digital melalui media sosial.
Hal itu disampaikan Imam Taufik saat sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) DIY Nomor 9 Tahun 2027 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Industri Kreatif dan Usaha Kecil.
Sosialisasi dihadiri 90 guru PAUD yang tergabung dalam HIMPAUDI Gunungkidul di BMT Graha Insan Mulia Wonosari Gunungkidul.
Menurutnya, kesejahteraan guru PAUD masih menjadi perhatian berbagai pihak.
Baca Juga: Curhat ke DPRD DIY, Paguyuban Peternak Petelur Yogyakarta Serukan 6 Tuntutan, Apa Saja?
Dalam sambung rasa Pimpinan DPRD DIY sebelumnya, Imam Taufik menerima berbagai masukan dari para guru PAUD, termasuk terkait kesejahteraan yang masih menjadi tantangan di lapangan.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuka peluang baru yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh penghasilan tambahan tanpa mengganggu tugas utama sebagai pendidik.
"Media sosial saat ini tidak hanya menjadi sarana komunikasi. Tetapi juga bisa menjadi ruang ekonomi yang mampu menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat," kata Imam, Selasa (11/08/2026).
Imam menjelaskan, banyak guru PAUD yang memiliki keterampilan dan usaha sampingan. Seperti menjahit, membuat kerajinan, kuliner rumahan, maupun produk kreatif lainnya.
Melalui media sosial, usaha tersebut dapat dipromosikan secara lebih luas sehingga menjangkau pasar yang lebih besar.
Baca Juga: Komisi D DPRD DIY Kawal Optimalisasi Sekolah Rakyat
"Kalau produk dipublikasikan secara konsisten melalui media sosial, peluang mendapatkan pelanggan dari luar daerah akan semakin terbuka," ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, DPRD DIY berharap para guru PAUD tidak hanya memahami pentingnya pemberdayaan industri kreatif sebagaimana diamanatkan dalam Perda DIY Nomor 9 Tahun 2017.
Tetapi juga mampu menangkap peluang ekonomi digital untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Dengan semakin banyaknya guru yang melek digital dan produktif di media sosial, diharapkan lahir berbagai usaha kreatif baru yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Gunungkidul.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sukses Jual 1.000 Unit V23, iCAR Hadir di Sleman Yogyakarta
- 2Keren, Rasio Ketersediaan Darah PMI Kota Jogja Tertinggi se-Indonesia
- 3Tiket Online PSIM vs Persija Dijual Hari Ini, Simak Baik-baik Jam Penjualannya
- 4Penumpang KA Jarak Jauh Daop 6 Yogyakarta Tembus 10,5 Juta
- 5Antisipasi Banjir Sleman, Pemkab Petakan 3 Wilayah Fokus Mitigasi
- 6SHFC 2026 Digelar di JCM, Sleman Angkat Halal Fashion dan Kriya Lokal
- 7Diva Maulana hingga Oscar Prasetyo Berjaya di Kraton Cup XXVIII 2026
- 8MUNAS VII APTIKOM 2026: UAJY Desak Kampus IT Jadi Pusat Dampak di Era AI
- 9Batas Kelurahan Sleman Tuntas 100%, Sejarah Baru Bagi DIY?
- 10Pelajar Kota Jogja Beradu Kreativitas dan Imajinasi melalui Mural









