Jogja

Kampung Rejowinangun Kota Jogja Dinobatkan Kampung Tangguh Pangan 2026

Tegar Wahyudi | 26 Agustus 2026, 07:06 WIB
Kampung Rejowinangun Kota Jogja Dinobatkan Kampung Tangguh Pangan 2026
Perwakilan Kampung Rejowinangun Kota Jogja saat menerima penghargaan sebagai Kampung Tangguh Pangan Kota Jogja 2026.-foto: dok.pemkot jogja

Akurat.co,Jogja-Kampung Rejowinangun, Kotagede, Kota Jogja dinobatkan sebagai juara pertama Kampung Tangguh Pangan Kota Yogyakarta Tahun 2026.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi mngatakan bahwa penilaian tidak hanya melihat hasil budidaya, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan program dan keterlibatan masyarakat.

"Kami ingin melihat bagaimana masyarakat membangun sistem ketahanan pangan secara menyeluruh. Tidak hanya menanam, tetapi juga bagaimana hasil panen dimanfaatkan dan menjaga keberlanjutan," ungkapnya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Rabu (26/8)

Baca Juga: Masyarakat Girikerto Turi Kini Miliki Taman Ketahanan Pangan

Melalui Lomba Kampung Tangguh Pangan ia berharap semakin banyak kampung yang mampu mengembangkan ketahanan pangan berbasis masyarakat.

"Di tengah keterbatasan lahan perkotaan, kreativitas, inovasi, dan semangat gotong royong menjadi modal penting untuk mewujudkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Yogyakarta," ujarnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, Kadri Renggana mengapresiasi kepada para pemenang yang telah mengikuti lomba.

Ia menyebut pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan secara lebih luas.

Kadri menjelaskan, Kota Yogyakarta yang memiliki keterbatasan lahan justru dituntut untuk terus menghadirkan kreativitas dalam membangun ketahanan pangan.

Menurutnya, pekarangan rumah, lorong kampung, halaman, hingga ruang-ruang sempit lainnya dapat dimanfaatkan menjadi sumber pangan apabila dikelola dengan pengetahuan, ketekunan, dan kerja sama masyarakat.

"Ketahanan pangan tidak harus dimulai dari lahan yang luas. Satu keluarga yang menanam kebutuhan pangannya sendiri, kelompok warga yang membudidayakan ikan, maupun kampung yang mengolah sampah organik menjadi pupuk merupakan langkah nyata yang dapat berkembang menjadi gerakan bersama," jelasnya.

Baca Juga: Kisah Daliman Sukses Bertani Bawang Merah dan Sayur di Lahan Perkotaan Kota Jogja dengan Galon Bekas

Juara II Kampung Suryodiningratan

Sementara itu, untuk juara II diraih Kampung Suryodiningratan, Kemantren Mantrijeron, dan Juara III diraih Kampung Gowongan, Kemantren Jetis.

Juara Harapan I diberikan kepada Kampung Nitikan, Kemantren Umbulharjo, serta Juara Harapan II diraih Kampung Gendeng, Kemantren Gondokusuman.

Para pemenang memperoleh uang pembinaan dengan rincian Juara I sebesar Rp5 juta, Juara II Rp4,5 juta, Juara III Rp4 juta, Juara Harapan I Rp3,5 juta, dan Juara Harapan II Rp3 juta.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.