Belajar dari Pengalaman DIY, Sultan Imbau Warga Terdampak Erupsi Anak Krakatau Memakai Masker

Akurat.co,Jogja-Yogyakarta lekat dengan bencana. Salah satunya erupsi besar Gunung Merapi pada 2006.
Berbekal pengalaman tersebut, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pun memberikan perhatian kepada warga yang terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sultan meminta warga untuk mengenakan masker selama menjalani aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Dampak Erupsi Anak Krakatau, Bandara YIA Siap Beroperasi 24 Jam
Sebab, penggunaan masker dinilai penting untuk mencegah masyarakat menghirup abu vulkanik yang dapat membahayakan kesehatan.
“Abu vulkanik itu kan mengandung material yang berbahaya, yang tajam gitu loh. Jadi ya sekarang lebih baik memang pakai masker,” ujar Sri Sultan dikutip dari laman resmi Pemda DIY, Selasa (8/9).
Sri Sultan menjelaskan, abu vulkanik memiliki karakteristik yang halus sehingga mudah terbawa angin dan menyebar ke berbagai tempat.
Kondisi tersebut membuat masyarakat berpotensi menghirup abu vulkanik, terutama ketika berada di wilayah yang terdampak.
“Tapi kan karena lembut, itu kan (abu vulkaniknya) bisa ke mana-mana, (sehingga) memang bisa warga masyarakat yang bisa menghirup dan sebagainya malah risikonya malah besar.
Tapi kalau nunggu hujan malah jadi seperti beton, tapi licin,” ungkap Sri Sultan.
Selain berpotensi mengganggu kesehatan jika terhirup, abu vulkanik juga membutuhkan penanganan khusus dalam proses pembersihannya.
Masyarakat perlu membersihkan abu secara hati-hati agar tidak kembali beterbangan dan terhirup.
Karena itu, penggunaan masker dijelaskan Sri Sultan sebagai salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik, terutama selama kondisi erupsi masih berdampak pada wilayah sekitar.
Baca Juga: Bandara Halim Masih Tutup Akibat Erupsi, 6 Penerbangan di Adisutjipto Dibatalkan
“Karena memang tidak mudah di halaman begini, itu tidak bisa, karena beterbangan, tidak bisa sekali terus bersih. Kalau pasir ya terus disapu, hilang, tapi kalau abu, tidak seperti itu,” tegas Sri Sultan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 15 Fakta Penting Demo 2 Tahun Prabowo Gibran di Jogja, Berakhir Rusuh, Massa Duduki DPRD hingga Malam
- 2Muhammadiyah Desak Hukum Tegas Pelaku Karhutla Tanpa Pandang Bulu
- 3Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
- 4Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar
- 5Hasil BRI Super League: Kalah 5 Laga Beruntun, PSIM Ingin Bangkit di Laga Berikut
- 6Yashinta: Ekonomi Kreatif DIY Terhambat Perda
- 7Lahan UPN Yogyakarta yang Kena Tol Tiba-tiba Bertambah, Rektor Buka Suara
- 8Waspada! Satu dari 5 Anak Indonesia Alami Obesitas, Dosen UMY Ungkap Penyebabnya
- 9Stok BBM Sleman Diklaim Aman 7 Kali Lipat, Pemkab Minta Warga Tak Panic Buying
- 10Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya








