UMY Buka Program Profesi Guru, Cita-Cita Cetak Guru Profesional dan Berakhlak Mulia

Akurat.co,Jogja-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) membuka Program Profesu Guru (PPG).
UMY berkomitmen mencetak pendidik profesional sekaligus berakhlak mulia.
Program ini menjadi langkah strategis UMY dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional, sejalan dengan visinya mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan umat.
Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa (FPB) UMY, Sri Rejeki Murtiningsih, S.Pd., M.Ed., Ph.D., menegaskan bahwa peluncuran program ini didukung penuh oleh sumber daya manusia dan infrastruktur yang memadai.
Baca Juga: Berkat Keong Mas, Mahasiswa UMY Raih Penghargaan Tokoh Penggerak Lingkungan Tingkat Nasional
“Kami ingin berpartisipasi aktif dalam mencetak guru profesional.
Jika UMY bisa melahirkan guru berkualitas, maka kami bisa memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat dan pendidikan Indonesia,” ujarnya.
FPB UMY mendapatkan izin pemerintah untuk menyelenggarakan PPG pada dua bidang studi, yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang.
Program ini sepenuhnya dibiayai oleh APBN, sehingga seluruh biaya rekrutmen, perkuliahan, hingga ujian kompetensi ditanggung pemerintah.
Mahasiswa PPG pun berhak memperoleh beasiswa penuh selama masa studi.
Dilansir dari laman resmi UMY, keunggulan utama PPG UMY terletak pada penguatan nilai-nilai keislaman.
Sri Rejeki menegaskan, lulusan PPG UMY tidak hanya profesional dan menguasai kompetensi pedagogis serta teknologi, tetapi juga memiliki akhlak mulia sesuai ajaran Islam.
Meskipun kurikulum PPG telah dirancang oleh pemerintah, UMY memastikan calon guru mendapatkan pengalaman praktis yang relevan.
Program ini berlangsung selama satu tahun atau dua semester.
Pada semester pertama, mahasiswa mempelajari teori dan menyiapkan perangkat pembelajaran.
Bagi guru yang sudah mengajar (Daljab), tahap ini dilakukan secara daring.
Baca Juga: Dosen UMY Kembangkan Mesin Perajang Singkong Basis Stepper, Cocok bagi Pelaku Usaha Kecil
Pada semester kedua, mahasiswa menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) penuh di sekolah mitra.
PPL dirancang menjadi “kawah candradimuka” bagi calon guru. M
ereka tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga dibekali keterampilan praktis di sekolah, mulai dari administrasi, manajemen kelas, penanganan siswa, hingga komunikasi dengan orang tua dan pemangku kepentingan lainnya.
“Harapan terbesar kami adalah bisa menjalankan amanah ini sebaik-baiknya, serta berkontribusi dalam mencetak guru nasional yang profesional dan berakhlak mulia,” pungkas Sri Rejeki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Keren, Rasio Ketersediaan Darah PMI Kota Jogja Tertinggi se-Indonesia
- 2Tiket Online PSIM vs Persija Dijual Hari Ini, Simak Baik-baik Jam Penjualannya
- 3Sukses Jual 1.000 Unit V23, iCAR Hadir di Sleman Yogyakarta
- 4Penumpang KA Jarak Jauh Daop 6 Yogyakarta Tembus 10,5 Juta
- 5SHFC 2026 Digelar di JCM, Sleman Angkat Halal Fashion dan Kriya Lokal
- 6Antisipasi Banjir Sleman, Pemkab Petakan 3 Wilayah Fokus Mitigasi
- 7MUNAS VII APTIKOM 2026: UAJY Desak Kampus IT Jadi Pusat Dampak di Era AI
- 8Seri IM4AC 2026 Mandalika, M Badly Incar Podium Beruntun di Rumah
- 9Batas Kelurahan Sleman Tuntas 100%, Sejarah Baru Bagi DIY?
- 10Pelajar Kota Jogja Beradu Kreativitas dan Imajinasi melalui Mural









