Macan Tutul Jawa Terancam Punah, Pakar UGM Ungkap Penyebab Utamanya

Akurat.co,Jogja-Keberadaan macan tutul jawa atau Panthera pardus melas semakin mengkhawatirkan setelah populasinya terus menyusut.
Populasi macan tutul jawa diperkirakan hanya sekitar 319 individu dengan kurang dari 50 ekor dewasa.
Macan jawa kini menjadi menjadi satu-satunya kucing besar yang tersisa di Pulau Jawa setelah harimau jawa dinyatakan punah.
Dosen Fakultas Biologi UGM sekaligus ahli DNA forensik satwa liar, Dr. Dwi Sendi Priyono menilai bahwa penurunan populasi macan tutul jawa tidak bisa lagi dipandang sebagai fenomena biasa.
Baca Juga: Pakar UGM Ungkap Penyebab Longsor Banjarnegara yang Tewaskan 11 Warga
Sejumlah faktor utama mempercepat keterancaman satwa ini, mulai dari hilangnya habitat akibat konversi lahan, konflik manusia–satwa, hingga perburuan ilegal dan perdagangan yang melibatkan bagian tubuh karnivora tersebut.
Penurunan populasi mangsa juga menjadi ancaman serius mengingat beberapa satwa mangsa seperti babi hutan turut terdampak wabah African Swine Fever (ASF).
“Faktor lain adalah penurunan ketersediaan mangsa karena overhunting atau wabah penyakit pada spesies mangsa,” paparnya.
Kondisi ini semakin rumit karena satwa tersebut juga ditemukan di wilayah non-kawasan lindung, membuat distribusinya bersifat mosaik.
Menanggapi persoalan tersebut, Sendi menilai strategi konservasi yang paling efektif ialah pendekatan In Situ pada skala lanskap mengingat macan tutul jawa hidup berdampingan dengan manusia.
Baca Juga: Newsfluencer Berkembang Pesat di Indonesia, Pakar UGM Ungkap Fakta Tak Terduga
Upaya ini perlu dilakukan dengan melindungi patch habitat kunci, memperkuat jejaring kawasan lindung, serta mengelola wilayah non-lindung agar tetap fungsional sebagai habitat satwa liar.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas penegakan hukum, monitoring ilmiah, dan perencanaan berbasis sains.
“Jadi, strategi konservasi In Situ diutamakan, Ex Situ sebagai pilihan pelengkap jika diperlukan,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 15 Fakta Penting Demo 2 Tahun Prabowo Gibran di Jogja, Berakhir Rusuh, Massa Duduki DPRD hingga Malam
- 2Muhammadiyah Desak Hukum Tegas Pelaku Karhutla Tanpa Pandang Bulu
- 3Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
- 4Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar
- 5Hasil BRI Super League: Kalah 5 Laga Beruntun, PSIM Ingin Bangkit di Laga Berikut
- 6Yashinta: Ekonomi Kreatif DIY Terhambat Perda
- 7Lahan UPN Yogyakarta yang Kena Tol Tiba-tiba Bertambah, Rektor Buka Suara
- 8Profil Razzi Taruna, Mantan Manajer PSIM yang Kini jadi Direktur Olahraga Persik
- 930 Tempat Kuliner Jogja Terkenal Enak, Siap Manjakan Lidahmu
- 105 Rekomendasi Kuliner Ikonik dan Legend Jogja, Lengkap dengan Alamat Gmpas





