Satgas PPKPT UAJY Luncurkan Kanal Digital Pelaporan, Beri Jaminan Kepastian Penanganan

Akurat.co, Jogja - Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual dan Perundungan (PPKPT) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menemukan ada 46 kasus sejak berdiri 2023 lalu.
Dari 46 kasus tersebut didominasi kekerasan seksual yang dilakukan secara verbal dan melalui platform digital. Hal itu yang menjadi pekerjaan rumah satgas.
"Bagaimana untuk melakukan terus-menerus sosialisasi ke internal supaya mereka lebih aware dan lebih berhati-hati kaitannya dengan, ya katakanlah dinamika interaksi antar sivitas akademika. Supaya menghindari hal-hal yang bisa berpotensi untuk dilaporkan sebagai tindak sebuah kekerasan seksual," kata Ketua Satgas PPKPT UAJY Theresia Dyah Wulandari saat peluncuran kanal pelaporan dan ruang kerja Satgas PPKPT UAJY di Lobby Kampus 3 Gedung Bonaventura, Senin (08/06/2026).
Baca Juga: UAJY Kembali Gelar Job Fair 2026
Terkait kasus yang ditangani PPKTP UAJY tidak menutup kemungkinan melibatkan diluar lingkungan UAJY. Baik itu pelaku maupun korban.
"Ada dan bisa, dan ada memang. Jadi kami juga berkolaborasi juga dengan perguruan tinggi lain. Karena memang kebetulan entah itu korban, entah itu pelaku, itu dari perguruan tinggi yang lain. Atau bahkan ada juga dari pihak eksternal. Jadi bukan mahasiswa, bukan dosen, bukan apa, masyarakat umum tapi melibatkan sivitas akademika kami," jelasnya.
Untuk itu, UAJY merasa harus menampung hal itu. Dan itu menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan kampus bebas kekerasan.
Melalui kanal ini, maka penanganannya akan lebih transparan. Melalui kanal, pelapor tidak hanya sekadar bisa melaporkan kasusnya. Tapi bisa melakukan proses pengawalan secara mandiri.
Baca Juga: UAJY Lepas 288 Wisudawan yang Integritas dan Berkompeten
Rektor UAJY G Sri Nurhartanto mengatakan, kanal ini memungkinan civitas akademik UAJY tidak saja melaporkan kasus kekerasan. Namun juga bisa ikut memantau sejauh mana kasus ditangani. Perkembangan penyelidikan, rekomendasi dari Satgas pasca kekerasan. Bahkan sampai hasil akhir hasus ini diputuskan pimpinan universitas.
"Hal ini tentu menjadi wujud komitmen kuat UAJY menjadikan kampus bebas kekerasan. Setidaknya memberikan kepastian penanganan pelaporan kasus kekerasan untuk seluruh civitas akademik UAJY. Jadi proses kerja dan belajar mengajar menjadi semakin nyaman," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dosen dan Mahasiswa UAJY Sabet Juara 1 di Konferensi Asia Singapura
- 2UIN Sunan Kalijaga Peringkat 2 Kampus Terbaik Indonesia versi WUR 2027
- 3Jajan Oleh-Oleh Khas Bantul di Geplak Mbok Tumpuk, Peyek Tumpuknya Legend
- 4Proses Pergantian Kapolri Berlangsung Kilat, Ini Kata Pakar UMY
- 5Gedung Baru DPRD DIY, Progres Pekan ke-81 Tembus 91 Persen
- 6PLN DIY Dorong Mahasiswa Pahami Transisi Energi
- 7Saling Salip di Tikungan Akhir Jepang, Badly Ayatullah Persembahkan Podium IM4AC 2026
- 8Rumaket 2026, Cara Pemkot Yogya Dekatkan Wayang ke Gen Z
- 9Gedung Baru DPRD DIY, Progres Pekan ke-81 Tembus 91 Persen
- 10Proses Pergantian Kapolri Berlangsung Kilat, Ini Kata Pakar UMY









