Jogja

UII Resmikan PusatRiset Mikroba Endofit dan Pusat Studi Farmasi

Haris Ma'ani | 25 Juni 2026, 09:02 WIB
UII Resmikan PusatRiset Mikroba Endofit dan Pusat Studi Farmasi
UII baru saja meresmikan Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Mikroba Endofit dan Pusat Studi Inovasi dan Keunggulan Farmasi (Puspikfar). pada Selasa (23/6/2026). (foto: dok.UII)

Akurat.co,Jogja-UII baru saja meresmikan Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Mikroba Endofit dan Pusat Studi Inovasi dan Keunggulan Farmasi (Puspikfar).

PKR Mikroba Endofit merupakan kolaborasi UII dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Tak cuma dengan BRIN, UII juga melakukan kolaborasi dengan delapan perguruan tinggi mitra di seluruh penjuru Indonesia.

Terdiri dari Institut Pertanian Bogor, Universitas Sumatera Utara, Universitas Mulawarman, Universitas Muammadiyah Kaltim, Universitas Nusa Cendana, STIKES Maluku Husada, hingga Universitas Papua.

Rektor UII, Hari Purnomo menyampaikan peresmian PKR Mikroba Endofit dan Puspikfar merupakan wujud komitmen untuk memperkuat riset dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: 6 Pernyataan Sikap UII terhadap Situasi Bangsa, Tuntut RI Kutuk Israel dan AS hingga Evaluasi MBG

Ia mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara UII, BRIN, serta berbagai mitra dalam mewujudkan inisiatif tersebut.

“Peresmian ini bukan sekadar penambahan unit akademik, melainkan investasi intelektual untuk menghadirkan pengetahuan yang menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung kemajuan kesehatan dan kesejahteraan bangsa,” ujarnya.

Di sisi lain, Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Prof. Agus Karyono, mengapresiasi peresmian PKR Mikroba Endofit yang diinisiasi UII bersama para mitra.

Menurutnya, kehadiran PKR menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi riset antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri, dan masyarakat.

Ia berharap PKR Mikroba Endofit dapat terus berkembang dan menjadi pusat unggulan dalam pengembangan riset mikroba di Indonesia.

Agus menjelaskan bahwa BRIN mendorong setiap PKR untuk memiliki arah pengembangan yang jelas melalui penyusunan roadmap riset jangka panjang.

Dengan demikian, kolaborasi yang terbangun tidak hanya menghasilkan jejaring penelitian, tetapi juga mampu memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat regional maupun global.

Baca Juga: Akademisi UII Beri Catatan Akhir Tahun untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran, Apa Saja?

"Kami berharap PKR dapat menjadi pusat kolaborasi yang memiliki arah pengembangan jangka panjang dan menghasilkan dampak yang lebih luas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Agus menegaskan bahwa hasil riset harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, selain menghasilkan publikasi ilmiah dan kekayaan intelektual, PKR diharapkan mampu melahirkan inovasi dan produk yang dapat dimanfaatkan secara luas.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.