UIN Jogja Ajak Mahasiswa Sukseskan Gerakan Dai Sejuta Mimbar

Akurat.co,Jogja-UIN Sunan Kaligaja Yogyakarta mengajak mahasiswa menyukseskan gerakan Dai Sejuta Mimbar.
Perkembangan platform digital membuka ruang yang luas bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan keislaman dengan cara yang kreatif, relevan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut terungkap saat Roadshow Program Sejuta Mimbar bertajuk “Generasi Muda sebagai Penerus Dakwah Berbasis Platform Digital” di kampus UIN, Selasa (29/9) kemarin.
Baca Juga: UIN Sunan Kalijaga Peringkat 2 Kampus Terbaik Indonesia versi WUR 2027
Sekitar 200 mahasiswa mengikuti kegiatan yang merupakan kolaborasi BPKH, BRIN, dan Yayasan Harika untuk Kemanusiaan tersebut.
Direktur Harika Foundation, Syuhelmaidi Syukur menjelaskan bahwa Program Sejuta Mimbar dikembangkan untuk membangun ekosistem dakwah digital yang melibatkan generasi muda.
Program tersebut mendorong lahirnya konten-konten dakwah yang tidak hanya informatif, tetapi juga sesuai dengan karakter masyarakat digital.
Generasi Z dan milenial menjadi kelompok strategis dalam gerakan tersebut karena memiliki kedekatan dengan teknologi digital dan media sosial.
"Karena itu, mahasiswa tidak hanya diposisikan sebagai pengguna media digital, tetapi juga sebagai produsen pesan yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Peneliti BRIN sekaligus salah satu inisiator dan Ketua Gerakan Dai Sejuta Mimbar, Rizky Prayogo Ramadhan memperkenalkan gerakan tersebut sebagai ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam gerakan dakwah berbasis digital.
Selain memperkenalkan Program Sejuta Mimbar, kegiatan juga membekali mahasiswa dengan wawasan mengenai produksi konten digital yang mampu menjangkau audiens secara lebih luas.
Mahasiswa juga diajak untuk merencanakan ibadah haji sejak masih usia muda.
Baca Juga: Kampus 2 UIN Sunan Kalijaga Segera Dibangun di Bantul
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Dr. Banu Muhammad, yang juga menjadi narasumber acara, menjelaskan bahwa perencanaan haji berkaitan erat dengan bagaimana seseorang membangun pola pikir dan tujuan keuangan sejak dini.
Mahasiswa diajak mulai menyusun financial goals dan membangun kebiasaan menyisihkan penghasilan atau uang yang dimiliki untuk tujuan jangka panjang.
Prinsip yang ditekankan adalah “sisihkan dulu, bukan sisakan”, sehingga persiapan haji tidak berhenti pada niat, tetapi diterjemahkan menjadi langkah perencanaan yang konkret.
Dalam sesi tersebut juga dibahas pentingnya memperoleh nomor porsi haji sebagai bagian dari proses perencanaan keberangkatan.
"Dengan masa tunggu haji yang panjang di berbagai daerah, persiapan sejak usia muda dinilai menjadi bagian penting dari perencanaan ibadah," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tiket Online PSIM vs Persija Dijual Hari Ini, Simak Baik-baik Jam Penjualannya
- 2Keren, Rasio Ketersediaan Darah PMI Kota Jogja Tertinggi se-Indonesia
- 3Sukses Jual 1.000 Unit V23, iCAR Hadir di Sleman Yogyakarta
- 4Penumpang KA Jarak Jauh Daop 6 Yogyakarta Tembus 10,5 Juta
- 5SHFC 2026 Digelar di JCM, Sleman Angkat Halal Fashion dan Kriya Lokal
- 6Antisipasi Banjir Sleman, Pemkab Petakan 3 Wilayah Fokus Mitigasi
- 7MUNAS VII APTIKOM 2026: UAJY Desak Kampus IT Jadi Pusat Dampak di Era AI
- 8Seri IM4AC 2026 Mandalika, M Badly Incar Podium Beruntun di Rumah
- 9Terungkap Rahasia di Balik Kemenangan Perdana PSS dengan Skor Besar
- 10Ze Valente: Persija Tim Besar yang Beda Target dan Beda Bujet








