Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang

Akurat.co,Jogja-Muhammad Yunus bukan dari latar belakang keluarga berada.
Kedua orangtuanya tidak memiliki pekerjaan tetap. Orangtua Yunus mengandalkan pemasukan dari usaha kos lima pintu.
Penghasilannya pun bergantung pada jumlah kamar yang terisi, tak tetap.
Sedang, beban keluarga juga tergolong berat. Yunus anak keempat dari empat bersaudara.
Baca Juga: 2.000 Siswa Magang dan Pekerja Luar Negeri Akan Dilepas di UNY 29 Oktober
Kondisi itu sempat membuat Yunus nyaris tak bisa kuliah.
"Ibu saya pernah bilang kalau nggak dapat KIP Kuliah, mending nggak usah kuliah, soalnya tanggungan empat orang,” ujarnya.
Syukurnya, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan terbuka ketika Yunus berhasil masuk UNY melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan mendapatkan KIP Kuliah.
Ia mengaku merasa sangat senang ketika mengetahui dirinya berhasil mendapatkan bantuan tersebut.
Menurut Yunus, bantuan KIP Kuliah sangat membantu memenuhi kebutuhan hidup selama menjalani perkuliahan.
Ia memperkirakan kebutuhan makan sekitar Rp20.000 per hari atau sekitar Rp600.000 per bulan, selain kebutuhan tempat tinggal dan keperluan lainnya.
Untuk menambah penghasilan, Yunus juga bekerja sebagai pengemudi ShopeeFood di sela-sela aktivitas kuliah.
Meski mendapatkan bantuan pendidikan, Yunus menyadari bahwa mengelola uang bantuan juga menjadi tantangan tersendiri.
Ia belajar untuk membedakan kebutuhan dan keinginan agar bantuan yang diterima dapat digunakan secara tepat.
“Dari uang KIP itu harus benar-benar dipelajari cara mengelolanya. Utamakan yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan,” ungkap mahasiswa Program Studi Teknik Industri angkatan 2024 ini.
Bagi Yunus, KIP Kuliah bukan hanya memberikan dukungan secara finansial, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sebaik-baiknya.
Ia merasa memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi kembali kepada masyarakat.
Perjalanan kuliah di UNY juga membawa perubahan dalam diri Yunus.
Ia mengaku sebelumnya merupakan pribadi yang takut mencoba hal-hal baru.
Saat masih bersekolah, ia beberapa kali ingin mengikuti kegiatan dan perlombaan, tetapi sering merasa takut untuk mencoba.
Memasuki dunia perkuliahan, Yunus mulai berani mengambil kesempatan.
Ia terlibat dalam berbagai kegiatan kampus, menjadi asisten laboratorium, dipercaya sebagai ketua riset, serta ikut dalam kegiatan penelitian dan kompetisi mahasiswa.
Meskipun belum selalu memperoleh kemenangan dalam perlombaan yang diikuti, pengalaman tersebut membuatnya semakin berani mencoba.
Pengalaman tersebut membuat Yunus melihat bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkembang.
Baca Juga: Sebanyak 10.906 Pendaftar Ikuti Seleksi Mandiri UNY
Menurutnya, mahasiswa penerima beasiswa juga perlu memiliki tanggung jawab dalam mengelola bantuan yang diterima sekaligus memanfaatkan kesempatan untuk berkembang selama kuliah.
"Pakai uang jangan neko-neko, utamain yang dibutuhkan bukan yang diinginin dan semangat kuliah aja,” pesannya dikutip dari laman resmi UNY, Rabu (14/10).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jogja Panas, Penjualan AC dan Kulkas Midea Mencapai 5.000 Unit Per Bulan
- 2Diva Maulana hingga Oscar Prasetyo Berjaya di Kraton Cup XXVIII 2026
- 3Keren! Mahasiswa UPNVY Sulap Limbah Kertas Jadi Game Edukasi Budaya
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Batas Kelurahan Sleman Tuntas 100%, Sejarah Baru Bagi DIY?
- 6Hanya 28,49% Jalan di Sleman yang Kondisinya Baik, Segini Anggaran Perbaikannya...
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 10Tekan Inflasi, Sleman dan Magelang Resmikan Kerja Sama Gendhon Rukun






