Jogja

Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel Ungkap Faktor Kekalahan 0-4 dari Persita

M. Mubin Wibawa | 18 Oktober 2025, 12:04 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel Ungkap Faktor Kekalahan 0-4 dari Persita

Akurat.co,Jogja-PSIM Jogja tumbang di kandang Persita Tangeran dengan skor telak 0-4.

Pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel mengungkap faktor kekalahan besar saat bermain di Indomilk Arena Stadium, Jumar (17/10/2025).

Menurutnya, ada beberapa kesalahan individu yang dibuat anak asuhnya.

“Sepak bola adalah permainan yang penuh dengan kesalahan. Jadi, selama karier setiap orang, semua orang pasti pernah membuat kesalahan,” kata Van Gastel.

Pada laga ini, Persita unggul lebih dahulu pada menit ke-23 melalui aksi Eber Bessa yang memanfaatkan umpan pendek Rayco Rodrigues. Skor 1-0 untuk tuan rumah bertahan hingga jeda.

Baca Juga: Jelang Lawan Persita, Pelatih PSIM Jogja Van Gastel Soroti Waktu Kickoff, Ada Apa?

Di babak kedua, PSIM mengendalikan tempo menyerang secara lebih terstruktur. Meski tertinggal, pemain Laskar Mataram tetap tenang membangun serangan tanpa terburu-buru.

Persita memperlebar keunggulan dengan gol kedua dan ketiga Rayco Rodrigues pada menit ke-69 dan 84.
Menjelang akhir laga, Pablo Ganet mencetak gol keempat untuk Persita pada injury time menit ke-90+3, memastikan kemenangan besar tuan rumah.

Tak tampil sesuai harapan

Menurut Van Gastel, timnya tidak menampilkan permainan sesuai harapan sejak awal laga.
Kondisi tersebut membuat PSIM kesulitan mengimbangi permainan Persita yang terorganisir.

“Dari peluit pertama hingga peluit terakhir, saya rasa tim saya tidak tampil seperti yang mereka tunjukkan di pertandingan sebelumnya,” ucap Van Gastel.

Ia juga memuji performa Persita yang mampu memanfaatkan kesalahan PSIM secara efektif.
“Saya juga harus memberikan pujian kepada Persita.

Mereka terorganisir dengan baik, dan keempat kesalahan yang kami buat, mereka sangat efektif dalam memanfaatkan peluang yang ada.”

Baca Juga: Kabar Terbaru Gelandang PSIM Donny Warmerdam, Diperkirakan Kembali Bermain Januari 2026

Menurutnya, pertandingan ini menjadi ujian mental sekaligus materi belajar berharga bagi PSIM.

“Selama kami belajar dari pertandingan, maka kami bisa berkembang. Jika kami tidak belajar dari kesalahan kami, maka kami punya masalah,” pungkas Van Gastel.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.