5 Fakta Menarik Jersey Anyar PSIM Musim 2026/2027, Apparel Adidas dan Ada Motif Batik Parang
Akurat.co,Jogja-PSIM Jogja resmi merilis jersey terbarunya untuk musim kompetisi Super League 2026/2027.
Tak main-main, PSIM menggandeng apparel global, adidas untuk musim kompetisi ini.
Apa saja fakta menarik dari peluncuran jersey tim berjuluk Laskar Mataram ini? Berikut penjelasannya:
1. Sempat heboh pelesetan 'ayodek' dari apparel lokal
Sebelum peluncuran jersey ini, fans PSIM sempat dihebohkan dengan pelesetan tagline AYDK menjadi 'ayodek' oleh pemilik brand lokal, yang disebut akan menjadi mitra PSIM musim ini.
Baca Juga: Bertemu Sri Sultan, Bos PSIM Yuliana Tasno Dapat Wejangan Penting Arungi Musim 2026/2027
Kenyataannya, PSIM malah berkolaborasi dengan brand global, adidas.
2. Desain dibuat sendiri
Direktur Utama PSIM, Yuliana Tasno mengatakan, konsep visual sepenuhnya dirancang oleh tim internal PSIM untuk kemudian diajukan kepada mitra jenama agar segera diimplementasikan pada jersey.
“Soal desain memang ada konsep sendiri. Desain itu kami buat sendiri lalu kami ajukan ke adidas untuk diimplementasikan. Jadi, konsepnya dari kami, bukan dari Adidas,” ungkap sosok yang kerap disapa Liana tersebut saat peluncuran, Sabtu (29/8).
3. Motif batik parang
Pihak manajemen juga mengurus seluruh perizinan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) terkait karya tersebut ke kementerian berwenang.
"Kami mengurus seluruh perizinannya, waktu itu sampai ke HAKI kementerian terkait yang memiliki regulasi mengenai hak batik tersebut," kata Liana.
4. Makna di balik penempatan corak
Penempatan corak tradisional secara presisi tepat di depan tiga strip ikonik pada area dada memiliki alasan psikologis bagi para pemain ketika di lapangan.
“Saya ingin saat pemain mengenakan jersei tersebut batiknya terlihat jelas sehingga dada mereka tampak lebih membusung dan terlihat lebih gagah,” ujar Liana.
Baca Juga: 3 Kali Hadiahi Jersey ke Sultan, Bos PSIM Bocorkan Desain Kostum Musim Ini
5. Kontrak setahun
Terkait durasi ikatan kerja, kedua belah pihak sepakat untuk menjalin komitmen operasional selama satu musim kompetisi penuh sebagai masa evaluasi awal.
“Baru satu musim. Kami ingin melihat terlebih dahulu bagaimana koordinasi, komunikasi, kesesuaian ukuran (sizing), dan hal-hal lainnya berjalan. Jika semuanya berjalan lancar, baru kita bicarakan untuk musim depan,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 15 Fakta Penting Demo 2 Tahun Prabowo Gibran di Jogja, Berakhir Rusuh, Massa Duduki DPRD hingga Malam
- 2Muhammadiyah Desak Hukum Tegas Pelaku Karhutla Tanpa Pandang Bulu
- 3Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar
- 4Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
- 5Hasil BRI Super League: Kalah 5 Laga Beruntun, PSIM Ingin Bangkit di Laga Berikut
- 6Lahan UPN Yogyakarta yang Kena Tol Tiba-tiba Bertambah, Rektor Buka Suara
- 7Yashinta: Ekonomi Kreatif DIY Terhambat Perda
- 8Waspada! Satu dari 5 Anak Indonesia Alami Obesitas, Dosen UMY Ungkap Penyebabnya
- 9Stok BBM Sleman Diklaim Aman 7 Kali Lipat, Pemkab Minta Warga Tak Panic Buying
- 10Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya







