Jogja

5 Fakta Menarik Pasar Lelang Cabai Kulon Progo, Omzet Pernah Tembus Rp1 M Semalam, Curi Perhatian Nasional

Yudi Permana | 25 November 2025, 06:52 WIB
5 Fakta Menarik Pasar Lelang Cabai Kulon Progo, Omzet Pernah Tembus Rp1 M Semalam, Curi Perhatian Nasional

Akurat.co,Jogja-Pasar lelang cabai Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi contoh nyata keberhasilan pemasaran produk pertanian yang menguntungkan.

Sejak diperkenalkan mulai awal Mei 2022 silam, pasar lelang cabai Kulon Progo terus berkembang, dan bahkan kini mencuri perhatian nasional.

Apa saja fakta menarik dari pasar ini? Berikut ulasannya dikutip dari berbagai sumber:

1. Petani bisa menjual lebih tinggi

Pasar lelang cabai memberi keuntungan kepada petani. Petani cabai Kulon Progo bisa menjual produknya lebih tinggi daripada ke tengkulak.

Bahkan selisih harga jualnya bisa mencapai Rp2.000 hingga Rp5.000 per kilogramnya.

2. Pernah tembus omzet Rp1 M dalam semalam

Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kulon Progo pernah mencatat total nilai transaksi di pasar lelang menembus angka Rp 1 miliar dalam semalam pada Juni 2022.

Saat itu ada tujuh kelompok tani lahan pantai Kulon Progo yang ikut menyetorkan panennya dalam pasar lelang.

Total cabai yang dilelang saat itu mencapai 19 ton, lebih banyak dari lelang-lelang sebelumnya yang berada di 12 ton per harinya.

Baca Juga: Hasilkan 1 Ton Sampah per Hari, Pemkot Imbau Pedagang Pasar Ngasem Sama-sama Menjaga Kebersihan

3. Ada 4 jenis cabai

Dalam pasar lelang tersebut, terdapat 4 jenis cabai yang dilelangkan. Mulai cabai keriting, rawit, hingga cabai besar.

Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo memastikan bahwa 11 kelompok tani yang ada di wilayahnya semua terlibat dalam perdagangan digital ini.

4. Pembeli lokal, dikirim ke pasar induk hingga Palembang

Mayoritas pembeli memang dari pedagang lokal, seperti Bantul, Sleman, hingga Purworejo. Biasanya setelah dibeli cabai akan langsung dikirim ke sejumlah pasar induk, baik di Jakarta, Semarang, sampai Palembang.

5. Menarik minat pemerintah Lampung

Pasar lelang cabai yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo menarik perhatian nasional.

Pemerintah Kota Metro Lampung tertarik mempelajarinya. Mereka bahkan memboyong rombongan untuk dapat melaksanakan kunjungan lapangan, capacity building, dan studi banding TPID, untuk memperlajari operasional pasar lelang cabai, manajemen kelompok tani, serta inovasi budidaya cabai di Kulon Progo.

Baca Juga: Pemkab Kulon Progo Dukung Perekonomian Warga melalui Penanaman Pisang

Pada Selasa (18/11) lalu, Pemkab Kulon Progo bersama Pemkot Metro Lampung menadatangani perjanjian kerja sama lintas daerah khususnya terkait dengan pasokan cabai.

Acara ini digelar di Hotel Tentrem Yogyakarta dengan dihadiri oleh Kepala Daerah kedua wilayah bersama jajaran terkait.

Kepala Perwakilan BI Lampung, Bimo Epyanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa salah satu penyebab inflasi di Lampung adalah kenaikan harga cabai.

Oleh karena itu pihaknya menginisiasi langkah kerjasama dengan Pemkab Kulon Progo dalam rangka meningkatkan pasokan dan memperlancar distribusi cabai di Kota Metro Lampung.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, berharap, melalui kerja sama antar daerah ini dapat membawa kebermanfaatan bagi masyarakat petani cabai di Kulon Progo, serta turut mendorong ketahanan pangan di Kota Metro Lampung melalui ketersediaan pasokan cabai dengan harga yang stabil.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.