Jogja

Hasilkan 1 Ton Sampah per Hari, Pemkot Imbau Pedagang Pasar Ngasem Sama-sama Menjaga Kebersihan

M. Mubin Wibawa | 10 November 2025, 07:51 WIB
Hasilkan 1 Ton Sampah per Hari, Pemkot Imbau Pedagang Pasar Ngasem Sama-sama Menjaga Kebersihan

Akurat.co,Jogja-Salah satu pasar tradisional di Jogjakarta yang selalu ramai pembeli adalah Pasar Ngasem.

Selain berbelanja, pengunjung memanfaatkan penjual kuliner di sana.

Ramainya pengunjung membuat sampah yang dihasilkan pun meningkat. Sebelum Pasar Ngasem padat pengunjung, sampah yang dihasilkan sekitar 250 kg/hari.

Saat ini, terutama Sabtu-Minggu, Pasar Ngasem bisa menghasilkan sampah mencapai 900 kg-1 ton per hari.

Baca Juga: Kembali Menumpuk, Pemkot Yogyakarta Himbau Sampah Sekolah Selesai Ditempat

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Veronica Ambar Ismuwardani menegaskan Pasar Ngasem sudsh menjadi tujuan wisata dan kuliner, baik masyarakat lokal maupun wisatawan.

Dia menyebut jumlah pengunjung pasar saat Sabtu-Minggu bisa 4.000 sampai 6.000 orang.

Kondisi itu diakuinya membawa berkah bagi pedagang tapi juga menghasilkan sampah yang cukup banyak. Terutama para pengunjung yang menikmati kuliner.

Pemkot Jogja mengimbau agar pedagang maupun pengunjung sama-sama menjaga kebersihan.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menilai meskipun Pasar Ngasem laris, tapi kebersihannya dinilai masih kurang.

"Di Ngasem ini laris, tapi kurang resik dan kurang teratur. Makanya tadi sudah saya tegur," tutur Hasto.

Hasto meminta Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta mengumpulkan para pedagang Pasar Ngasem untuk terlibat menjaga kebersihan pasar.

Masing-masing pedagang harus menyediakan 3 tempat sampah di lapak kios dan tempat berjualan.

Baca Juga: Yogyakarta Bakal Bangun Tempat Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik di Lahan Seluas 5,7 Hektare

Tempat sampah untuk organik, anorganik dan residu agar sampah terpilah. Terutama sampah sisa makanan atau kuliner harus tertib masuk ke kontainer atau tempat sampah organik.

Pihaknya berharap para pedagang juga menyediakan penjualan secara online agar pembeli tidak berjubel antre.

Misalnya produk yang sudah dikenal seperti es teler maupun bubur sehingga bisa melayani pembeli dari rumah.

Hasto juga menyoroti pengelolaan sampah sisa makanan dan tempat mencuci piring para pedagang kuliner di Pasar Ngasem.

Menurutnya kondisinya tidak tertata dan sampai ke taman pasar serta dekat dengan tempat berjualan.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.