Ekonomi DIY Tumbuh 5,40 Persen di 2025, Turun dari 5,49 Persen

Akurat.co,Jogja-Ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tumbuh di angka 5,40 persen (yoy) dan 5,34 persen (c-to-c) pada triwulan III 2025.
Angka tersebut turun dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,49 persen (yoy).
Meskipun demikian, perekonomian DIY triwulan III 2025 ini tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan kinerja perekonomian wilayah Jawa dan nasional.
Baca Juga: Pariwisata DIY Tak Lagi sebagai Pelengkap tapi Penggerak Utama Ekonomi
Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) DIY, Danang Setiadi pada Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah Triwulan IV 2025, Kamis (29/1/2026).
Menurut Danang dari pertumbuhan tersebut, sektor utama seperti industri pengolahan konstrukri, PKP, akomodasi dan makan minum memberikan kontribusi sebesar 51,85 persen.
"Dan secara kewilayahan, dua kabupaten mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi, yaitu Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Sleman,” ungkapnya.
Danang pun menyebutkan, inflasi DIY di akhir 2025 terjaga diangka 3,11 (yoy), dengan realisasi belanja APBD hingga triwulan IV sebesar 92,46 persen dan realisasi fisik sebesar 99,38 persen.
Indikator kinerja utama gubernur pun secara umum capaian sesuai target RPJMD, meski memang masih ada saja tantangan, seperti ketimpangan antarwilayah dan produktivitas ekonomi.
Selanjutnya, Bapperida DIY pun telah merumuskan konsep creative financing untuk mengatasi keterbatasan fiskal. Hal ini dilakukan karena adanya penurunan PAD dan berkurangnya dana transfer pusat.
Menurut Danang creative financing diposisikan sebagai pendekatan alternatif untuk menjaga kesinambungan pembiayaan pembangunan tanpa meningkatkan beban pajak dan retribusi daerah.
Dalam arahannya, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pun mendorong tumbuhnya inovasi, agar dapat menyikapi keterbatasan dalam menjamin pembangunan DIY yang berkelanjutan dan mensejahterakan masyarakat.
Dan digitalisasi bukan lagi menjadi pilihan, melainkan keniscayaan bagi pemerintah daerah untuk bertahan dan berkembang di tengah kebijakan pengetatan fiskal nasional.
Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Domestik Mahal, Pakar UMY: Pangkas Pajak, Hapus Oligopli Trasportasi Udara
“Digitalisasi akan mendorong sistem pengelolaan keuangan daerah menjadi lebih transparan sekalian berdampak pada peningkatan PAD," kata Sri Sultan.
Terkait digitalisasi, DIY baru saja mendaoatkan dua penghargaan pada ajang Implementasi Tim Perluasan dan Percepatan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang diselenggarakan Kemenko Perekonomian RI pada tanggal 18 Desember 2025 lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Keren, Rasio Ketersediaan Darah PMI Kota Jogja Tertinggi se-Indonesia
- 2Tiket Online PSIM vs Persija Dijual Hari Ini, Simak Baik-baik Jam Penjualannya
- 3Sukses Jual 1.000 Unit V23, iCAR Hadir di Sleman Yogyakarta
- 4Penumpang KA Jarak Jauh Daop 6 Yogyakarta Tembus 10,5 Juta
- 5Antisipasi Banjir Sleman, Pemkab Petakan 3 Wilayah Fokus Mitigasi
- 6SHFC 2026 Digelar di JCM, Sleman Angkat Halal Fashion dan Kriya Lokal
- 7MUNAS VII APTIKOM 2026: UAJY Desak Kampus IT Jadi Pusat Dampak di Era AI
- 8Seri IM4AC 2026 Mandalika, M Badly Incar Podium Beruntun di Rumah
- 9Batas Kelurahan Sleman Tuntas 100%, Sejarah Baru Bagi DIY?
- 10Pelajar Kota Jogja Beradu Kreativitas dan Imajinasi melalui Mural









