5 Fakta Menarik Koperasi Merah Putih Sinduadi, Omzet Rp57 Juta dalam 18 Hari, Dipuji Menteri Zulhas sebagai yang Terbaik

Akurat.co, Jogja-Koperasi Desa Merah Putih Sinduadi, Sleman, Yogyakarta, menyimpan sejumlah fakta menarik.
Salah satunya soal omzet yang sudah mencapai puluhan juta rupiah hanya dalam 18 hari saja.
Dikumpulkan dari beragam sumber, berikut sejumlah fakta lengkapnya:
1. Omzet Rp57 juta dalam sehari
Ketua Kopdes Merah Putih Sinduadi Kliwon Suherman mengatakan, dalam 18 hari omzet koperasinya sudah mencapai Rp57 juta.
Kliwon menyebut omzet koperasinya bisa terus meningkat, karena ada layanan simpan-pinjam juga. Selain BRILink.
Baca Juga: 3 Koperasi Desa Merah Putih di Sleman Siap Diluncurkan pada 19 Juli 2025
"Kalau BRILink itu kemarin udah ada transaksi sekitar 20 orang dan itu nilainya sekitar Rp46 Jutaan,” ujarnya.
2. Miliki 9 unit usaha
Koperasi Merah Putih Sinduadi memiliki sembilan unit usaha, mulai apotek, klinik, jasa fotokopi, gerai sembako, penjualan gas, pengiriman pos, penjualan pupuk, lemari pendingin, dan unit simpan pinjam.
3. Dipuji Menko Pangan Zulkifli Hasan
Keberadaan koperasi ini mendapatkan pujian langsung dari Menko Pangan Zulkifli Hasan.
Zulkifli mengatakan hal tersebut saat meninjau operasional koperasi bersama Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan anggota DPR RI, Verrel Bramasta, Sabtu (19/07).
Menurutnya, Koperasi Sinduadi yang terbaik dan susah untuk ditiru di tempat lain.
“Di sini luar biasa, saya kira terbaik Ngarso Dalem. Susah ditiru di tempat lain, kalau ini lengkap,” ujarnya.
Baca Juga: Menkop Budi Arie Sebut Koperasi Merah Putih Sudah Tersebar di Seluruh Indonesia
4. Zulhas salut, aptek memiliki apoteker sendiri
Menko juga merinci berbagai unit usaha koperasi seperti gerai sembako, gas LPG 3 kg, pupuk subsidi, simpan pinjam, layanan perbankan via BRILink, hingga klinik kesehatan lengkap dengan apoteker, yang menurutnya tidak dijumpai di daerah lain.
“Baru di sini saya temui punya apoteker sendiri,” puji Zulkifli.
5. Sri Sultan sebut koperasi membuat desa menuju kemandirian
Sri Sultan menyampaikan bahwa koperasi ini bukan hanya menjadi simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan, tetapi juga wujud konsolidasi kekuatan desa menuju kemandirian dan keberlanjutan.
"Tadi sudah disaksikan sendiri apa yang disampaikan Pak Menko, tapi program itu kan tidak sekadar apa yang lihat tadi, tapi juga ada di sektor pertanian khususnya pangan, mungkin ada sektor non-pangan dan sebagainya, yang berbentuk aktivitas koperasi merah putih.
Nah kami sedang mengkonsolidasikan itu menjadi kekuatan baru, kalau memang itu di sektor pertanian, kita sediakan tanah-tanah kas desa,” terang Sri Sultan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dispar Bantul Gelar Pameran Layang-Layang 'Akasa Cangkring' di Pantai Cangkring
- 2Lewat Program Masdaku, Diskop UKM Sleman Dorong 111 Ribu UMKM Go Digital
- 3Satu Tahun Wajah Baru Pasar Godean: Ada Pembagian 4.000 Porsi Makanan Gratis!
- 4Pilihan Warna Baru New Honda Stylo 160: Tampil Lebih Retro dan Premium!
- 5KPU dan Bawaslu Sleman Sinkronisasi Data Pemilih Triwulan III 2026
- 6UAJY Gelar International Cross Cultural Day 2026 di Yogyakarta, Pertemukan Budaya Berbagai Negara
- 7Kalah dalam 3 Laga Awal, Fans PSS Berharap Finis 10 Besar
- 8Sinergi DOKU dan Antom: Himelda Renuat Pimpin Ekspansi FinTech Indonesia
- 9Bukan Lewat Skripsi, Ini Rahasia Mahasiswa UPN Jogja Lulus 3 Tahun 10 Bulan
- 10Kalah dalam 3 Laga Awal, Fans PSS Berharap Finis 10 Besar









