Harga Cabai dan Bawang Merah Naik, Stok Pangan Kulon Progo Aman

Akurat.co,Jogja-Stok pangan di Kabupaten Kulon Progo relatif aman menjelang natal dan tahun baru 2026, meski harga cabai dan bawang merah mengalami kenaikan.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko menegaskan bahwa stok kebutuhan pokok untuk masyarakat Kulon Progo terpantau aman dan tidak ditemukan gangguan distribusi.
Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan daerah menghadapi peningkatan permintaan selama Nataru.
Baca Juga: Penyebab Harga Cabai di Gunungkidul Tembus Rp80 Ribu per Kg
"Kami memastikan dari pemerintahan Kabupaten Kulon Progo didampingi dengan Pak Biro Perekonomian juga memastikan bahwa ketersediaan sembako bahan pangan untuk masyarakat dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru, kami juga bisa memastikan Kabupaten Kulon Progo aman," kata Ambar dikutip dari laman Pemprov DY.
Ambar menjelaskan bahwa kenaikan harga hanya terjadi pada beberapa komoditas tertentu, terutama cabai dan bawang merah, sementara komoditas pangan lainnya tetap stabil.
Harga pangan di Kulo Progo dipantau Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY.
Pemaantauan untuk memastikan bahwa pasokan pangan di Kabupaten Kulon Progo berada dalam kondisi aman.
Sejumlah obyek yang mendapat pantauan di antaranya Pasar Wates dan PT Janu Putro (Peternak Telur Ayam), Lendah, pada Jumat (05/12).
Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Eling Priswanto menuturkan bahwa TPID DIY rutin berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memantau perkembangan harga dan stok pangan.
Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru 2026, Harga Cabai dan Sayuran di Jogja Melonjak
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa ketersediaan beras, sayuran, dan komoditas penting lainnya di Kulon Progo berada dalam kondisi aman.
"Jadi tiap tahun kita selalu berkoordinasi dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah, selalu berkoordinasi dengan provinsi, kabupaten, kota," jelas Eling.
Menurut Eling, kenaikan harga cabai dan bawang merah merupakan fenomena wajar menjelang hari besar, terutama dengan kondisi cuaca tidak menentu, serangan hama, dan sejumlah wilayah penyangga yang terdampak bencana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 15 Fakta Penting Demo 2 Tahun Prabowo Gibran di Jogja, Berakhir Rusuh, Massa Duduki DPRD hingga Malam
- 2Muhammadiyah Desak Hukum Tegas Pelaku Karhutla Tanpa Pandang Bulu
- 32 Tahun Pemerintah Prabowo Gibran, Ribuan Mahasiswa Duduki DPRD DIY, Tuntut Pemerintah Lakukan Hal Ini!
- 4Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar
- 52 Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa DIY dan Tuntut 7 Hal Ini Kepada Pemerintah
- 6Antrean BBM di Jateng dan DIY Meluas, Pertamina Jamin Pasokan Aman
- 7Hasil BRI Super League: Kalah 5 Laga Beruntun, PSIM Ingin Bangkit di Laga Berikut
- 8Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
- 9Stok BBM Sleman Diklaim Aman 7 Kali Lipat, Pemkab Minta Warga Tak Panic Buying
- 10Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya









